banner 728x250

Yeti Erlina Tatuil: Pemicu Kekerasan Fisik dan Sikis Itu di Mulai dari Orang-Orang Terdekat

  • Bagikan
banner 468x60

Gorut MEDGO.ID – Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik di kota besar maupun di desa, semakin memprihatinkan, terutama di Gorontalo Utara.

Tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan sering terjadi, kapan dan dimana saja, sebab pemicu kekerasan secara fisik maupun sikis, itu dimulai dari orang-orang terdekat.

BACA JUGA  Desa Helumo Kecipratan Bantuan Bibit Jagung Dari Dinas Pertanian Gorut

banner 336x280

Hal itu di sampaikan oleh pendamping P2TP2A dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Yeti Erlina Tatuil.S.sos. saat menyampaikan-

beberapa hal terkait dengan penyuluhan hukum serta
perlindungan anak dan perempuan di ruang aula kantor desa Ilodulunga Kecamatan Anggrek Kabupaten-

Gorontalo Utara. Kegiatan sosialisasi ataupun penyuluhan hukum, diselenggarakan oleh STIH Ichsan Gorut, dan Pemerintah desa Ilodulunga. Rabu, (17/11/2021).

BACA JUGA  Ridwan Naue Apresiasi Kesuksesan Program Tambatan Perahu Desa Botungobungo

“Kalau berbicara mengenai anak, dan kekerasan perempuan, maka ini merupakan faktor yang sangat memilukan. Setiap tahun itu peningkatan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu cukup lumayan.
2021 ini, angka kekerasan-

terhadap anak itu cukup tinggi, ada 20 kasus lebih, dan kekerasan perempuan Alhamdulillah baru 9. Tapi kalau di hitung tiap tahun itu, ternyata di Gorut, kurfa itu dia tidak pernah turun justru makin naik, dan itu di Gorut.” jelasnya saat berbicara dihadapan peserta penyuluhan hukum, kekerasan perempuan dan anak.

BACA JUGA  Desa Ilangata Kab Gorut Dapat Kunjungan Sosialisasi Pertanian PT Restu Agropro Jaya Mas

Lanjut Yeti menyampaikan, bahwa kekerasan itu bukan hanya fisik, kalau secara fisik, seperti luka ataupun patah tangan, 2 atau tiga bulan berobat pasti sembuh, tapi secara sikis, ketika korban-

di buli, dikatakan anak haram, maka itu dia akan mengalami kekerasan sikis, yang nantinya dia akan mengalami trauma. Dikatakan Yeti, itu tidak dibenarkan dalam undang-undang.

BACA JUGA  Kepala Desa Mootinelo Kwandang, Dedy Kuslin, Lantik Pengurus BUMDes Yang Baru
Antusias masyarakat desa Ilodulunga mengikuti penyuluhan hukum, tentang perlindungan anak dan perempuan. (Foto: Inong)

“Duluan itu dilapor ke P2TP2A dengan Sakti Peksos, di kita itu ada yang namannya Puspaga, Pusat pembelajaran keluarga, ada yang namanya LK3, nanti dari situ kita akan ajak dia, kita lihat ternyata ini anak butuh sikolog, maka dia di konseling secara kontinyu.

Ketika ada ibu-ibu sering mengalami pemukulan maupun tindak kekerasan dari sang suami, maka ada di kita LK3 yaitu Lembaga konsultasi kesejahteraan keluarga, itu secara gratis melapor di kita, nanti di undang, bersama kepala desa kita bina, baik itu suaminya, baik istrinya.

Nah kenapa kita perlu ada jenjangnya seperti itu, supaya ketika ada tindakan hukum yang berlaku terhadap bapak atau orang yang melakukan tindakan kekerasan, maka rekomendasi dari kita itu yang akan memberatkan orang tersebut.” tegas Yeti.

BACA JUGA  Desa Mootinelo Kecamatan Kwandang Persiapan Pemilihan BPD
Bersama aparat desa Ilodulunga, STH Ichsan Gorut, dan kepala PPA Gorut. (Foto: Inong)

Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat agar cepat melapor ke P2TP2A Gorut, ketika masyarakat tidak tau melapor kemana, maka dengan adanya sosialisasi ataupun penyuluhan hukum, kekerasan-

BACA JUGA  Pemdes Popalo Optimis Capaian Vaksinasi Terus Meningkat, Melihat Antusias Masyarakat Cukup Tinggi

terhadap perempuan dan anak, masyarakat bisa mengetahui dan langsung melapor ketika terjadi tindak kekerasan, sesegera mungkin mendatangi P2TP2A, ke pihak Peksos, LK3, dan Puspaga. (Inong)

Reporter: Suripno Ar. Onge

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *