Wawali Ryan F.Kono : Pelatihan Manajemen Homestay Sangatlah Penting, Agar Memberikan Kualitas SDM

30

KOTA GORONTALO – Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Gorontalo melaksanakan Pembukaan Pelatihan Manajemen Homestay (Dak-Non Fisik) Tahun 2020. Rabu(16/09)

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Amaris itu dihadiri oleh Wakil Walikota Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Kepala Sekt BNN Kota Gorontalo,  Para Stakeholder Pelaku Pariwisata, dan 42 Peserta Pelatihan yang ada. Dalam kegiatan itu juga Wawali Ryan F.Kono memberikan sambutan untuk para peserta pelatihan.

HOMESTAY merupakan salah satu sarana pendukung penting dalam usaha industri pariwisata, homestay sendiri masuk dalam 3A (Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi), lebih tepatnya, HOMESTAY masuk ke dalam amenitas. Dengan produk yang dihasilkan adalah kamar dan pelayanan lainnya.
Pengertiannya, HOMESTAY adalah salah satu bentuk penginapan yang populer, para pengunjung atau tamu yang menginap dikediaman penduduk setempat dikota tempat mereka bepergian, lama tinggal dapat bervariasi dari satu malam hingga lebih dari setahun.

Menurut Wawali Ryan F.Kono, sekarang ini usaha HOMESTAY telah berkembang di Kota Gorontalo, dengan membangun atau menyediakan rumah tempat tinggal sebagai sarana tempat tinggal sementara bagi para wisatawan nusantara maupun mancanegara, yang memiliki tujuan berbeda-beda. Namun yang perlu diperhatikan dari usaha homestay adalah dari segi legalitas, kebersihan dan kenyamanan.

Lanjutnya, Sebab pembangunan HOMESTAY bukan hanya sekedar membangun tetapi perlu diperhatikan dari segi positif dan negatif, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Maka dari itu tujuan kegiatan pelatihan Manajemen HOMESTAY sangatlah penting, sebagai upaya pemerintah kota gorontalo dengan melibatkan stakeholder terkait dalam rangka memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya bagi para pelaku usaha homestay, agar dapat memahami pengelolaan HOMESTAY secara baik dan benar, misalnya dalam hal promosi, manajerial maupun pemeliharaan serta penataan HOMESTAY, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik dan semakin berkualitas bagi wisatawan,”ungkap Ryan.

“Disamping itu tetap diperlukan adanya keseimbangan dengan upaya pelestarian budaya, karena justru yang dicari oleh para wisatawan bukan hanya kemewahan menyangkut fasilitas serta kualitas pelayanannya, tetapi kualitas originalitas budaya khususnya budaya gorontalo, mengingat dibeberapa negara asal para wisatawan yang beradabannya sangat modern segala kemewahan dan fasilitas tercanggih sekalipun sudah mereka rasakan,”lanjutnya.

Ryan mengatakan, yang paling penting bagaimana kita dituntut untuk lebih kreatif didalam memberikan sentuhan baru, agar tercipta HOMESTAY modern berakar budaya nasional yang kuat, dengan tidak mengorbankan keindahan yang sudah menjadi bagian warisan masa lalu jangan hanya menjadi rutinitas.

“Sehingga dampak diselenggarakan pelatihan ini diharapkan adanya pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan bagi para stakeholder pelaku usaha pariwisata yang mampu menciptakan suatu menajemen pengelolaan usaha layanan HOMESTAY dengan baik dan profesional, yang dapat memberikan keuntungan atau meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri dan juga mendorong pembangunan pariwisata kedepan khususnya dikota gorontalo,”pungkasnya.(IH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here