Warga Limba U I Bakal Berlebaran dengan Polusi Debu Proyek Jalan Nani Wartabone

6

Kota Gorontalo, MEDGO.ID — Bulan Ramadhan tahun ini sudah dijalani  penuh perjuangan, kaum muslim  seluruh dunia akan merayakan kemenangan  pada 1 Syawal 1443 H,  diperkerkirakan bakal jatuh pada 2 Mei 2022 nanti. Sayang,  tak demikian bagi warga Limba U I.

Semua umat Islam bergembira penuh suka cita, menyambut hari kemenangan hari yang penuh fitrah (kesucian). Harapannya, diampuni dosa terbebas api neraka, serta menjadi insan taqwa, seperti bayi yang baru lahir, diselimuti kefitraan.

Suasana menyambut kemenangan itu, dikotori oleh debu  gentayangan (berterbangan)  sepanjang  jalur jalan Nani Wartabone (ex Panjaitan) lokasi proyek bersumber dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), tepatnya, dari arah bundaran patung Saronde hingga depan kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Tak nyamannya, karena jalan tersebut tengah dikerjakan oleh pihak ketiga (kontraktor), sejak ditetapkan sebagai pemenang tender di awal Januari 2022 lalu. Masyarakat Lomba U 1 mengeluh, galian saluran yang menganga kiri kanan jalan sekedar digali saja, ditambah lagi debu yang nyasar rumah warga, sudah sangat mengganggu aktifitas warga. Terlebih dalam dua tiga hari ke depan kaum muslim akan merayakan hari kemenangan. Namun keadaan tak berpihak bagi warga Limba U I.

Tak hanya warga, pengusaha restoran, cafe, kedai kopi dan pengguna jalan yang melintasi, terut terkena dampak, sebab jalan ini, merupakan jantung keramaian tempat nongkrong.  Padahal adanya pekerjaan tak harus mengganggu aktifitas ekonomi  warga sekitar.

BACA JUGA  Polsek Kota Tengah Bersama Satpol-PP Bubarkan Final Futsal di Kota Gorontalo

Inilah yang dikeluhkan salah satu warga Lomba U 1, yang kesal dengan pelaksana proyek  milyaran rupiah, namun mengabaikan aspek dampak  lingkungan polusi akibat pekerjaan jalan ini.
“Kami kecewa dengan sikap acuh tak acuh pihak kontraktor keluhan kami polusi debu ini,” kata Steven Nurdin Karang Taruna Kelurahan Lomba U 1, saat diwawancarai Medgo.ID, pada Kamis (28/04/2022) malam.

BACA JUGA  Dandim 1304/Gorontalo Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih

Berulang kali dismpaikan agar polusi debu yang sudah meresahkan warga ini dicarikan solusi, agar tak akan menbulkan dampak penyakit pernapasan. “Beberapa warga sudah mengeluhkan dan berharap ada solusi dari pihak terkait, seperti disiram dalam rentang waktu tertentu, saat kondisi jalan mulai mengering, agar sebu tak berhamburan ke udara, seperti gunung meletus, dengan menyiram air,” pinta Steven.

Pengguna jalan juga saat dimintai tanggapan, tak jauh beda dengan yang disampaikan warga Limba U I. Mereka mengeluhkan, kenapa jalan alternatif langsung  dengan jumlah kendaraan meningkat tak diantisipasi oleh pemerintah, dengan menyediakan kendaraan untuk menyiram badan jalan, yang dipenuhi material penyebab debu.

Pihak kontraktor saat konfirmasi adanya keluhan warga menyampaikan, hubungi saja pekerja dilokasi proyek. “Sudah dilakukan dan pembersihan, hubungi aja orang saya dilapangan,” tegas Denni buru-buru menutup telpon, pada Jumat (29/04/2022).

BACA JUGA  Penghuni Rusunawa Buli'ide Kecewa, Biaya Kost Yang DijanjikanTak Sesuai

Sementara dinas yang mengurusi proyek jalan tersebut menyampaikan bahwa seharusnya ada penyiraman secara berkala selama pekerjaan berlangsung, hanya memang belum ada kepastian apa tindakan pemerintah selama masa libur pekerjaan, untuk menangani debu berterbangan agar tak berdampak bagi warga sekitar.

“Maaf saya baru pulang dari luar daerah, masih mau konsultasi dengan KPA nya,” kata  Rifaldi Bahsoan Kadis PUPR Kota Gorontalo, pada Jumat (29/04/2022)

Lanjutnya,”Yang pasti sesuai prosedur harus disiram itu, saya akan cek lagi seperti apa dilapangan,” pungkasnya.

dari pemantauan media ini, jalan Nani Wartabone ini merupakan alternatif jalur satu arah dari arah bundaran Saronde sampai UNG. Kendaraan yang melintasi jalur ini, tak hanya roda dua dan empat, truck roda 16 seperti kontainer melewati jalur ini.(MDG)