banner 728x250

Tutup Tahun 2021, Sidang Hutang Piutang Rusli – Rustam Banyak Konspirasi Politik Jahat Gorontalo Terungkap

  • Bagikan
Adhan Dambea saat menghadiri dan memberikan kesaksian di PN Limboto, pada Rabu (29/12/2021)
banner 468x60

Limboto, Medgo.ID — Banyak yang tidak terungkap ke publik, adanya konspirasi politik kotor, dalam berbagai kontestasi perebutan kekuasaan di Gorontalo, ditengah daerah adat hulondalo Adat bersendikan Syara’ dan Syara’ bersendikan kitabullah. Miris !

Aktor utamanya, dan korban merupakan orang penting yang memiliki pengaruh, serta reputasi baik ditengah masyarakat.

banner 336x280

Ini terungkap, saat sidang perdata hutang piutang antara pihak Rusli Habibie selaku penggugat, dengan Rustam Akili sebagai tergugat. Pada Rabu (28/12/2021).

Sidang yang berjalan di Pengadilan Negeri Limboto tersebut, sudah berjalan sekitar sebulan lebih. Rabu pada akhir Desember, boleh disebut kelabu, Rustam Akili (RA) menghadirkan Adhan Dambea sebagai saksi nya.

Tentu dapat ditebak, aroma bau busuk politik akan terungkap, saat sidang digelar. Tak salah, kesaksian Adhan menghentak ruang sidang, sebab hal yang sebelumnya rumor (dugaan) dalam sebuah peristiwa politik yang mewarnai demokrasi di Gorontalo, kali ini, benar menjadi fakta dalam sebuah kesaksian diruang sidang yang mulia.

Dengan stelan kemeja putih lengan pendek, Adhan datang sendiri di pengadilan Limboto, untuk menguap sebagai kesaksian, sekaligus saksi korban atas konspirasi politik terhadap dirinya.

Saat ia diberikan kesempatan oleh majelis, Adhan menyampaikan bahwa hutang piutang yang digugat oleh Rusli, merupakan biaya operasi politik terhadap dirinya, pada Pilkada 2013 lalu.

BACA JUGA  Pemkab Gorut Ikuti Rakor dan Sosialisai Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Daerah

Diketahui Adhan hal itu, karena RA mengaku pada tahun 2019. Uang yang dianggap hutang piutang ini, merupakan biaya operasi politik untuk menjatuhkan Adhan Dambea, sejak 2013 silam.

Operasi politik tersebut berupa mencetak dan mengedarkan majalah, yang berisi hal buruk Adhan. Karena pengakuan RA, semua itu merupakan perintah Rusli Habibie, agar calon Walikota Adhan Dambea yang berpasangan dengan Indrawanto Hasan (Paket DAI) tak dipilih warga. Majalah tersebut beredar luas di Kota Gorontalo jelang pencoblosan.

Tak hanya Rustam, kaki tangan yang mengedarkan majalah itu, sudah mengaku, dengan imbalan uang jutaan rupiah. Akhirnya, masyarakat tetap memilih Paket tersebut dengan perolehan suara signifikan, walaupun sudah dibatalkan oleh KPU sebagai calon.

Bukan itu saja, Pilgub 2017 Adhan dipinang oleh Zainudin Hasan sebagai Cawagub (ZIHAD), sama sebagai calon dengan Paslon Gubernur Rusli Habibie – Wagub Idris Rahim (NKRI), dan Calon Gubernur Hana Hasanah Cawagub Toni Yunus (Paket HATI).
Rustam juga mengaku dosa, diperintah Rusli, membatalkan surat keterangan ijazah, di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara. Semua itu dibiayai oleh uang Rusli Habibie yang kini dianggap hutang piutang.

BACA JUGA  Peduli Pengusaha Kecil, Rahmad Gobel Minta Perbankan Bantu UMKM

Semua itu dikemukakan Adhan dalam persidangan, sebagai bukti bahwa uang operasi politik itu, bukan hutang pribadi, apalagi bisnis.

Menariknya, hubungan Rusli – Adhan, saat itu tak semesra sekarang. Karena dua laporan polisi 2021, dugaan tindak pidana penghinaan, saat rekaman wawancara Adhan Dambea, usai sidang korupsi GORR Januari 2021.

Rupanya, Adhan pernah sepakat menjatuhkan Risman Taha, asal tidak mberikan kesaksian kepada Rustam Akili, di Polda Gorontalo, yang tersebut di atas tadi.

Ceritanya, saat ia akan memenuhi panggilan penyidik Polda Gorontalo, tahun 2019, bersamaan dengan keberatan Adhan selaku Ketua Yayasan Yaphara, atas status anggota DPRD Kota Gorontalo, padahal ia sudah menyandang status terpidana.

Lanjut dulu, Adhan memenuhi panggilan polisi. Tiba-tiba ditelpon Staff Khusus Gubernur Gorontalo Ishak Liputo, menyampaikan pesan Rusli Habibie, agar Adhan tak memenuhi panggilan, cerita AD diruang sidang. Penasaran, Adhan kemudian bertanya ke Ishak Liputo untuk apa?. Disampaikan bahwa Gubernur Rusli Habibie minta jangan menghadiri panggilan. Namun Adhan menimpali, dan mengiyakan asal barter dengan pangaduan nya ke Pemprov, agar Risman Taha cepat diproses pemberhentiannya. Ishak kemudian menyanggupinya, dan ajak Adhan ketemu saat itu, tahun 2019, dirumah makan depan Kantor Pemerintah Kota Gorontalo.

BACA JUGA  Kemenangan Politik Lebih Penting Dari Pada Bahaya Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Pohuwato

Pertemuan itu terjadi, dan pembicaraan bahwa Adhan bersedia tak menghadiri kesaksian, dipenuhi, asalkan seceptnya Gubernur mengeluarkan surat pemberhentian Risman Taha sebagai anggota DPRD Kota, Gubernur langsung minta segera temui biro hukum Pemprov, agar harapan AD terwujud. Dan Risman pun diberhentikan, tak hanya anggota DPRD, tapi sebagai Calon satu-satunya Ketua DPRD yang diajukan oleh Fraksi Golkar.

Usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Adhan kemudian menyampaikan kepada wartawan bahwa, awalnya ia hanya menduga bahwa otak dibalik penjagalan dirinya dalam berbagai kontestasi politik, hanya sebatas rumor, yang tak bisa dibuktikan, namun dengan “pengakuan dosa” Rustam Akili, baru ia sadar, bahwa koleganya Golkar sangat tak setuju ia tampil sebagai pemimpin untuk kepentingan rakyat.

Mengenai, apakah akan ada upaya hukum, setelah mengantongi saksi dan bukti majalah berisi black campaign (kampanye hitam), Adhan akan mengkaji dengan Tim hukumnya, pungkasnya.

Inilah potret demokrasi politik Gorontalo, hari ini bisa menjadi kawan, besok atau lusa menjadi duri dalam daging. Semoga masa depan demokrasi kita akan mengalami peningkatan etika perpolitikan bumi Serambi Madinah. (RM)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *