Tahun 2021, Bagaimana Perkembangan Ekonomi Masyarakat Di Kota Gorontalo? 

55
Salah satu bentor milik pengendara penerima bantuan voucher
Salah satu bentor milik pengendara penerima bantuan voucher BBM yang diberikan Pemkot Gorontalo dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat (Foto: Bayu Harundja)

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Memasuki tahun 2021, upaya-upaya memulihkan kembali perekonomian masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Hal tersebut dilakukan pemerintah adalah upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang di tahun 2020 menurun karena terdampak pandemi covid-19.

Hal tersebut didukung dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Gorontalo bulan November 2020 yang dimana perekonomian di Kota Gorontalo pada Triwulan-III mengalami kontraksi 0,07 persen, maka dari itu pendapatan masyarakat menurun akibat terdampak pandemi covid-19.

Di Kota Gorontalo sendiri Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebuah program pemerintah pusat untuk memulihkan perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi.

Walikota Gorontalo, Marten Taha kepada Medgo.id menyampaikan bahwa dalam menjalankan program PEN, Pemkot Gorontalo melaksanakan dengan menggunakan dua sumber dana yaitu dari dana APBD dan dana pinjaman dari perusahaan untuk menjalankan program tersebut.

“Pemulihan ekonomi nasional di Kota Gorontalo kami jalankan dalam 2 kategori, yang pertama berasal dari APBD kita berupa DAU (Dana Alokasi Umum) dan DID (Dana Insentif Daerah) yang seperti saya bagikan sekarang, maupun program tahun 2021 ini berupa pinjaman daerah PEN itu yang hampir 294 miliar,” ujar Marten kepada Medgo.id, Selasa (05/01/2021).

Marten juga menyampaikan bahwa untuk pemulihan ekonomi masyarakat , Pemkot Gorontalo menggunakan DID dengan dana sebesar 11,9 miliar dan itu sudah disalurkan di 6 dinas terkait dalam rangka pemulihan ekonomi, dan salah satunya sudah didistribusikan ke Dinas Perhubungan untuk disalurkan kepada para pengendara bentor yang pada tahun 2020 pendapatan mereka menurun karena terdampak pandemi.

“Termasuk juga di Dinas Perhubungan kami salurkan berupa voucher BBM (Bahan Bakar Minyak) kepada pengendara bentor, sebab para pengendara bentor tentunya juga mengalami penghasilan yang sangat tidak signifikan lagi dan sangat menurun,” ucap Marten.

Pemberian berupa voucher BBM, kata Marten adalah upaya pemulihan ekonomi masyarakat khususnya di bidang transportasi umum dengan bekerja sama dengan SPBU setempat dengan menggunakan dana DID.

“Setiap bentor kami berikan 6 buah voucher yang mereka langsung bisa tukarkan di SPBU, kami sudah bekerja sama dengan SPBU,” tutur Marten.

Untuk penerima voucher BBM tercatat 7505 pengemudi bentor yang ada di Kota Gorontalo hal tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Dinas Perhubungan Kota Gorontalo tentang jumlah pengendara bentor yang menerima voucher BBM.

Dilain waktu salah satu pengendara bentor yang menerima bantuan voucher BBM, Dahlan Syaus menceritakan tentang pendapatan mereka di masa pandemi sangat menurun dan oleh karena itu melalui bantuan voucher BBM dari pemerintah, hal tersebut justru sangat membantu.

“Terus terang ini sangat membantu kami karena tentunya kami di masa pandemi covid-19 sering kurang penumpang, terus terang kami sangat terbantu dengan voucher yang sudah diberikan kepada kami,” ucap Dahlan.

Dahlan juga menceritakan mengenai pendapatan mereka sebelum dan sesudah terdampak pandemi hal tersebut sangat menurun jauh dan justru tidak mencukupi biaya hidup mereka dalam satu hari.

“Kalau penghasilan kami sebelum covid-19 berkisar antara 100 ribu bahkan sampai ribu, cuma dalam masa pandemi terus terang kehidupan kami khususnya saya yang sudah berumah tangga itu tidak memadai dan hanya 50 ribu perhari,” ujar Dahlan.

Untuk perkembangan ekonomi di Kota Gorontalo sendiri, BPS Kota Gorontalo resmi mengeluarkan rilis pada tanggal 4 Januari 2021 yang menyebutkan bahwa pada bulan Desember 2020 Kota Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,21 persen, hal itu perbeda dengan perbandingan data di bulan November 2020 di mana Kota Gorontalo mengalami inflasi sebesar 0,24 persen.

Data perbandingan inflasi Kota Gorontalo
Data perbandingan inflasi di Kota Gorontalo tahun 2020 (Sumber: BPS Kota Gorontalo)

Dan berdasarkan data tersebut untuk sumbangan inflasi Kota Gorontalo menurut kelompok pengeluaran di tahun 2020, makanan dan transportasi yang menjadi sumber pengeluaran terbanyak pada tahun 2020.

Data pengeluaran inflasi Kota Gorontalo
Data pengeluaran inflasi Kota Gorontalo tahun 2020 (Sumber: BPS Kota Gorontalo)

Maka dari itu upaya pemulihan ekonomi oleh Pemkot Gorontalo dengan menggunakan dana DID yang berasal dari pusat yang sudah disalurkan ke 6 dinas terkait untuk memulihkan ekonomi kembali, adalah target utama di tahun 2021. Oleh karena itu harapan Pemkot Gorontalo di tahun 2021 ekonomi Kota Gorontalo bangkit.

“Dengan adanya biaya kemudahan oleh pemerintah pusat ini, saya yakin seperti apa yang dikatakan oleh Menteri Keuangan bahwa di tahun 2021 ekonomi Indonesia bangkit begitu juga di Kota Gorontalo,” tutup Marten. (Ubay)

Reporter: Bayu Harundja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here