Sosok Mayat Pria Ditemukan Tengkurap Di Perairan Tihengo Kwandang

100

Gorut MEDGO.ID – Warga Tihengo Kecamatan Ponelo Kepulauan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), dihebohkan dengan penemuan mayat pria yang terapung di perairan kompleks dermaga Kwandang.

Penemuan mayat tersebut berawal dari salah seorang saksi, Indra Gobel (35) saat itu dirinya sedang melintas di perairan dermaga, tiba-tiba Indra di kejutkan dengan sosok pria mengapung dengan posisi tengkurap,-

BACA JUGA  Terjadi Lagi, Wartawan Gorontalo Dianiaya Usai Konferensi Pers

sontak saja membuat Indra kaget, dan langsung menghubungi warga yang berada di kompleks dermaga Kwandang. Mayat di temukan pada pukul 5:30 Wita. Senin, (16/8/30).

BACA JUGA  Bupati Indra Yasin Optimis Ada Solusi Pengangkatan GTT

Di ketahui mayat tersebut bernama Wari Taha, yang merupakan warga dusun Otiola, desa Otiola Kiki, Kecamatan, Ponelo Kepulauan. Setelah korban dikenali identitasnya,-

BACA JUGA  Abdullah Kadir: Sinkronisasi BPD Dan Kades Harus Sejalan Untuk Pembangunan Desa

wargapun langsung menghubungi kepala desa Tihengo yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat, selanjutnya Kades Tihengo melaporkan informasi penemuan mayat tersebut ke Polres Gorontalo Utara melalui Reskrim.

BACA JUGA  Pemotongan Anggaran, Beberapa Proyek Milik Daerah Tahun Ini Masih Terhambat

Setelah menerima laporan dari kades Tihengo, anggota Reskrim unit 1 Jatandras atau Pidum (Pidana umum),dalam hal ini anggota yang sedang piket saat itu, Bripka Wahyudin Mohamad,-

BACA JUGA  300 Mahasiswa UNG Diwisuda Secara Drive Thru Hari ini

Brigpol Abdul Rival Mobilingo, dan Bripda Ahdiat Lasena, dikoordinir langsung oleh Kasat Reskrim AKP Syang Kaliboto SH, langsung mendatangi lokasi penemuan mayat di perairan dermaga Kwandang.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara, AKP Syang Kalibato membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak keluarga korban menolak jenazah untuk dilakukan visum.

BACA JUGA  Rakor Kesiapan Pilkada, Kapolda Gorontalo Tekankan Protokol Kesehatan

“Bersama warga, kami langsung melakukan evakuasi, dan selanjutnya akan di visum. Namun hal itu kelurga korban menolak untuk di visum.” jelas Syang.

BACA JUGA  Pemerintah Desa Titidu Prioritaskan Pelayanan Masyarakat

Saat itu pula korban langsung dibawa ke rumah duka, di bantu Kasat Reskrim, kepala desa Tihengo, dan warga, untuk dikebumikan. (Inong*rL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here