Sistem Perpajakan Di Indonesia

31

Oleh: Sri Elisia Sandi Pakaya 

Didalam suatu penerimaan dalam negeri yaitu mempunyai peranan yang penting sekaligus, pemutaran pemerintah dan pembagunan tidak dapat bergerak tampa dorongan atau dukungan dana yang berasal dari dalam negeri itu sendiri. Dalam suatu sumber pendapatan negara yang berasal dari suatu negara merupakan penerimaan pajak.

Dalam dekade paja ini menjadi perbincangan dan menjadi isu yang paling utama, baik kepada penerima pajak maupun wajib pajak di Indonesia, penerimaan di tahun ketahun terus berjalan dan sangat membutuhkan suatu dana yang semakin tinggi.

Sumber-sumber alam yang terletak pada sumber-sumbernya alam yaitu minyak bumi gas alam, ternyata sudah tidak bisa dipertahankan lagi dan sudah tidak bisa tergantung lagi. Karena yang bergantung pada minyak bumi dan gas alam yang sangat berpengaruh oleh keadaan pasar-pasar internasional atau dalam jangka yang panjang dan sumber-sumber pun semakin berkurang.

Dalam penentuan kewajiban yang membuat terjadinya perbedaan suatu perbedaan dalam kepentingan wajib pajak dan pemerintah. Dan wajib pajak akan mengusahakan untuk menekan pembayaran pajak serendah mungkin, ada pun dengan membayar pajak taitu dengan mengurangi sedekit ekonomi. Sealin itu juga pemerintah sangat megusahakan untuk menarik pajak-pajak semaksimalnya.

BACA JUGA  Catatan Mahasiswa UNG, Pada Tahapan Kampanye Pilkada 2020 Kabupaten Gorontalo Ditengah Covid-19

Karena dengan mengatur perputaran oleh pemerintah sangatlah dibutuhkan dana yang tidak sedikit.

Di dalam suatu sumber pendapatan negara Indonesia yang besar yang diantaranya dari sktor pajak yang dibayar langsung oleh masyarakat pada negara. dalam target penerimaan dalam negara terutama dalam suatu sektor pada tahun 20014 yaitu mencapai Rp. 1.110,2 triliun tahun. Angka ini naik sebesar Rp. 115 triliun atau tumbuh tumbuh sekitar 11,6% dibandingkan dengan target dalam pajak dalam APBN-P 2013 sebesar Rp. 995,2 triliun.

Di dalam pengunaan dalam sistem pepajakan sacara self assessment yang memiliki tujuan agar wajib pajak merasa nyaman dala suatu setor, hitung, lapor surat pemberitahuan (SPT) secara mandiri.

Sistem perpajakan secara self ansessment masi belum berubah dalam wajib pajak yang dilakukan dalam kegiatan perpajakan yang baik dan benar. Didalam pajak bagi suatu perusahaan ialah suatu beben yang akan mempengaruhikurangnya laba yng bersih, pajak yang akan dikenakan masi sangat besar untuk dibayar sehingga wajib pajak harus berupaya semaksimal mungkin agar dapat membayar pajak yang sangat kecil dengan kita melakukan penerapan perpajakan.

BACA JUGA  Peran Politisi Birokrasi Dalam Pilkada Di Kabupaten Gorontalo (Studi Kasus Di Kecamatan Limboto)

Self assessment menurut sistem perpajakan ini, wajib pajak yang ditetapkan besarnya pajak yang gergantung dan ditetapkan oleh wajib pajak. Dalam suatu hal ini, kegiatan yang mempengaruhi melaporkan dan meyetorkan, suatu pajak yang tertuang yang dilakukan wajib pajak tersebut. Dimana instrusi pemungut pajak yang hanya mengawasi dan menekankan hukum dalam pemriksaan dan juga menyidik. Sistem ini juga pemungutan pajak yang hanya memebebankan penentuan basar suatu pajak yang perlu dibayar oleh wajib pajak yang bersangkutan.

Wajib pajak pihak yang memiliki peranan yang aktif dan menghitung, membayar dan juga melaporkan besar pajak di kantor pelayanan perpajakan. Dan juga dal sistem perpajakan ini pemerintah di minta berperan sebagai sebagai pengawasdari wajib pajak self assessment sistem yang juga di terapkan pada wajib pajak pusat.

Ada pula contoh dalam jenis suatu perpajakan pertambahan nilai atau pajak pengasil. Sistem pemungutan pajak juga yang diberlaakukan di Indonesia yaitu setelah masa refromasi pajak yang masi berlaku hingga saat ini juga.

Namun sisten ini juga tadak akan selamnya bagus karena akan terdapat konsekunsi dalam suati sistem pemungutan wajib pajak.

BACA JUGA  Meningkatkan Kesadaran Politik Dan Menolak Money Politik Untuk Pemilih Pemula

Oleh karena itu pajak memiliki wajib pajak berwewenang menghitung sendiri berdasarkan besarnya pajak yang tertuang yang harus dibayarkan.

Perpajakan juga sangatlah penting dalam melayani pajak dengan cara bisa membantu satu sama lain, mengurus dan juga kita akan menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan oleh suatu orang khususnya wajib pajak.

Ada juga Pengaruh melayani fiskus dalam patut wajib pajak dalam hal ini tidak mampu membuktikan dalam pelayanan yang dilakukan suatu fiskus yang mampu mempengaruhi kepatuhan dalam membayar pajak itu sendri. Maka dari itu semakin tinggi kualitas dalam melayani maka fiskus dalam wajin pajak tersebut akan membayar pajak pada suatu negara. Semakin menurunnya suatu sansi pada pajak maka semakin menurunnya kepaatuhan dalam membayar pajak pada negara.

Pelayanan fiskus ada beberapa cara yang perlu diperhatikan yakni mengurus dan membantu meyiapkan segala keperluan yang akan dibutuhkan oleh seseorang.

Sedangkan fiskus itu sendiri merupakan petugas wajib pajak, pelayanan dalam fiskus kita bisa artikan sebagai petugas pajak untuk membantu menyiapkan atau mengurus segalah sesuatu yang dibutuhkan wajib pajak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here