Saat Paripurna LKPJ Walikota Gorontalo Sampaikan Capaian PAD 235 M

7
Marten Taha
Marten Taha.(Foto:Hms)

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID — Pengelolaan keuangan daerah selama masa pandemi tahun 2020 tetap dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, hal ini disampaikan Walikota Gorontalo Marten saat sambutan Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2020.

Marten menyebutkan data realisasi sebelum diaudit oleh badan pemeriksa keuangan tersebut terdiri atas Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah. Senin (05/04)

“Pendapatan daerah terdiri dari 3 (tiga) kelompok, yaitu 1) Pendapatan Asli Daerah (PAD); 2) Pendapatan Transfer; dan 3) Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah. pendapatan daerah ditargetkan Rp. 980.764.738.580,- dapat direalisasikan sebesar Rp. 929.523.957.142,55 atau tercapai sebesar 94,78%,”

Dari pantauan wartawan pinogunews.id pendapatan daerah tersebut  terinci sebagai berikut :
a. pendapatan asli daerah (pad) ditetapkan sebesar Rp. 235.303.002.701,- dengan realisasi sebesar Rp. 213.900.606.249,55 atau 90,90% yang didukung dari perolehan hasil pajak daerah sebesar Rp.53.234.174.896,,,; hasil retribusi daerah sebesar Rp 20.596.438.929,- hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.2.566.322.980,-; lain-lain pad yang sah sebesar Rp. 137.503.669.444,55,-.

BACA JUGA  Rektor UNG : Perlu Pendekatan Dakwah Untuk Generasi Milenial dan Generasi Z

b. pendapatan transfer ditetapkan sebesar Rp 745.461.735.879,00 dengan realisasi sebesar Rp. 715.623.350.893,00 atau 96 % yang didukung dari : transfer pemerintah pusat (dana pajak perimbangan) antara lain dana bagi hasil sebesar Rp. 13.322.969.629,- dana bagi hasil bukan pajak (sda) Rp. 1.496.596.000,- dana alokasi umum Rp. 492.892.141.000,- dana alokasi khusus Rp. 135.618.193.000,- transfer pemerintah pusat – lainnya sebagai dana penyesuaian sebesar Rp. 56.236.675.000,- transfer pemerintah provinsi berasal dari pendapatan bagi hasil pajak sebesar Rp. 40.000.000.000,-

BACA JUGA  Hasil Rapat Pansus Dekot Gorontalo, Lahirkan Dua Kesimpulan

c. lain-lain pendapatan daerah yang sah ditetapkan sebesar Rp.5.895.161.250,- dengan realisasi sebesar Rp. 3.017.326.350,- atau 51,18% yang didukung dari pendapatan hibah sebesar Rp. 3.637.110.000,- dan pendapatan lainnya sebesar Rp. 2.258.051.250,

Walikota Gorontalo ini juga menjelaskan belanja daerah total belanja daerah tahun anggaran 2020 ditetapkan sebesar Rp.1.040.337.583.467,34 terealisasi sebesar Rp.935.285.057.061,50 atau 89,90 %.

“Dari total realisasi belanja tersebut, secara keseluruhan belanja operasi terealisasi sebesar Rp. 851.576.881.226,50 dari target sebesar Rp. 929.167.718.834,34 atau 91,65 %, sedangkan untuk belanja modal yang terealisasi sebesar Rp. 70.972.297.124,- dari target sebesar Rp. 93.210.544.446,- dan untuk belanja tak terduga terealisasi sebesar Rp. 12.735.878.711,- dari target sebesar Rp. 17.959.320.187,-,” ucapnya

BACA JUGA  Dewan Pers Percayakan UPN Veteran Yogyakarta Gelar UKW Gratis di Sumsel dan Gorontalo

Oleh karena itu, pembiayaan daerah realisasi penerimaan pembiayaan tahun 2020 sebesar Rp. 63,182.844.887,34, sedangkan realisasi pengeluaraan pembiayaan sebesar Rp. 2.500.000.000,-. total pembiayaan netto sebesar Rp. 60.682.844.887,34. dengan sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp. 54.921.744.968,39.

“Sejak awal tahun 2020 kami optimis bahwa berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2020 diharapkan mampu memberi dampak lebih baik bagi perekonomian Kota Gorontalo,”tandasnya.(IH)

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here