Rivai Bukusu : Cara Efektif Memutus Mata rantai Covid-19, Terapkan PSBB di Gorontalo

30
Wakil Ketua I DPRD Kota Gorontalo Moh. Rivai Bukusu

Kota Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Gorontalo mengingatkan warga untuk mematuhi pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Wakil Ketua I DPRD Kota Gorontalo, Mohammad Rivai Bukusu menyampaikan hal tersebut agar daerah ini secera keluar dari Zona Merah (Red Zone) penyebaran Wabah Covid-19.

“Cara yang paling efektif memcegah wabah Covid-19 merebak , yakni dengan pemberlakukan PSBB,” ucap Rivai saat ditanya wartawan pinogunews.com , Rabu (06/05) malam.

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, tahap sosialisasi selama tiga hari belakangan juga setidaknya telah merambah hingga masyarakat di tingkat bawah.

“Oleh karenanya, hampir dapat dipastikan semua kalangan masyarakat Kota Gorontalo sudah memahami secara jelas betapa pentingnya pemberlakuan PSBB,” tandasnya.

Namun demikian, kata Rivai, meskipun mulai besok sudah masuk pada pemberlakuan PSBB secara penuh sekaligus dengan penindakan, tetapi sosilasisai tetap jalan.

“Artinya, sambil jalan, diiringi juga dengan sosialisasi oleh petugas. Sosialisasi ini tetap senantiasa harus dilakukan walaupun sudah pemberlakukan secara penuh,” terang Rivai.

Memutus mata rantai penyebaran Wabah Covid-19, secepatnya harus diakhiri. Sebab, dengan wabah ini, kata Rivai, selain sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa manusia, juga telah mengganggu aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Saking bahanyang Covid-19 ini, sehingga bisa mengancam keselamatan manusia. Dengan begitu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk tetap Stay at Home (tetap di rumah), Work from Home (bekerja dari rumah) dan Study from Home (belajar dari rumah),” tukasnya.

“Dampaknya, aktifitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya terganggu. Karena semuanya harus berada di dalam rumah,” imbuh Rivai melanjutkan.

Seperti diketahui, pemberlakuan PSBB akan berlangsung selama 14 (empat belas) hari, mulai 04 sampai 18 April 2020. Dan, jika belum menunjukkan hasil, akan dilakukan perpanjangan selama 14 (empat belas) hari berikutnya.

“Akan tetapi, semua kita berharap agar tidak akan ada perpanjangan. Kalau sudah berhasil dengan PSBB yang saat ini, tidak akan ada lagi perpanjangan,” harapnya.

Ditanya soal kesiapan kemampuan keuangan pemerintah dalam penanganan Covid-19, Rivai mengatakan, dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota, telah menyiapkan anggaran untuk itu, terutama dalam pemberlakuan PSBB.

“Semuanya sudah disiapkan oleh pemerintah. Dan kita DPRD akan melakukan pengawasan. Lagian juga kita telah melaksanakan pemangkasan anggaran untuk penanganannya. Tak tanggung-tanggung, kita telah melakukan pemangkasan anggaran hingga 50 persen,” urainya.## (Hans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here