Polres Gorontalo Usut Nenek yang Diduga Lakukan Penculikan Anak

107

GORONTALO, MEDGO.ID – Polda Gorontalo, Terkait beredarnya video seorang wanita lansia yang dihakimi oleh warga di Pasar Limboto, lantaran diduga melakukan pencurian dan penculikan anak, Kamis (19/8/2021), Kepolisian Resor (Polres) Gorontalo langsung melakukan penelusuran atas identitas nenek tersebut.

Kasatreskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohamad Nauval Seno, mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mengamankan wanita tersebut yang sampai sekarang ini belum diketahui identitasnya baik nama dan asal-usul nenek tersebut.

BACA JUGA  Patroli Samapta Polda Gorontalo Ingatkan Warga Selalu Gunakan Masker

“Setelah kami amankan kami melakukan penyelidikan bersama Dinas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gorontalo,” ungkap Nauval di Polres Gorontalo, Kamis (19/8/2021).

Nauval mengungkapkan, setelah melakukan pemeriksaan tersebut belum diketahui secara jelas apakah wanita ini mengalami gangguan kejiwaan namun selanjutnya pihkanya bersama instansi terkait akan melakukan observasi.

Dirinya menerangkan, apabila ada beberapa sanak saudara yang mengetahui sekaligus mengenal nenek tersebut agar segera melaporkan dirinya ke pihak Polres Gorontalo agar bisa diketahui identitas dari nenek tersebut.

BACA JUGA  Pusat Inovasi UNG Bakal Laksanakan Konferensi Internasional Tentang Inovasi

“Nanti yang pastinya kita memerlukan bukti untuk melihat apakah nenek tersebut benar keluarganya,” terangnya.

Nauval menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti-bukti yang memperlihatkan apakah nenek ini terlibat kasus penculikan anak yang ramai diperbincangkan di masyarakat ataupun tindak pidana lainnya.

“Sampai saat ini kita kita belum menemukan bukti apapun terkait nenek tersebut,” tandasnya.

BACA JUGA  Polres Gorontalo Amankan Pelaku Pencurian Sapi

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK menghimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap isu hoax terkait penculikan anak, apalagi sampai menuduh orang sebagai penculik anak hingga menjadi korban aniaya, serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas.

“Gunakan media sosial secara bijaksana, jangan mudah menshare informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Wahyu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here