Polda Gorontalo Ungkap Kasus Penembakan Terhadap Dir Tahti

Gorontalo, Medgo.id — Kasus penembakan yang dilakukan oleh seorang pelaku kepada Dir Tahti Polda Gorontalo AKBP Beni Mutahir, SIK, MH., yang mengakibatkan korban meninggal dunia terjadi disalah satu perumahan yang terletak di Jl. Mangga RT. 02 RW 5 Kel. Wongobotu Kec. Dungingi Kota Gorontalo pada hari Senin (21/03/2022) lalu sekitar pukul 04.00, terungkap setelah jajaran Ditreskrimum dan Ditresnarkoba Polda Gorontalo berhasil melakukan pelaku. Hal tersebut terungkap saat digelarnya Press Release, Rabu (23/03/2022).

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono, SIK., yang didampingi Dir Reskrimum Kombes Pol. Nur Santiko, SIK., MH., dan Kabid Propam Kombes Pol. Ferdiansyah, SIK., Dalam keterangannya menyampaikan, kasus tersebut dilakukan pelaku dengan cara menembak korban di bagian kepala menggunakan senjata api rakitan yang dilakukan pelaku RY kepada AKBP Beni yang menyebabkan korban meninggal dunia.

BACA JUGA  Usulan 7 Desa di Bone Bolango Direspon DPRD

Peristiwa berawal pada saat pelaku menceritakan bahwa dirinya memiliki masalah rumah tangga dan meminta bantuan kepada korban untuk diantar kerumah, selanjutnya pada pukul 03.00 wita RIY dijemput oleh korban dari ruang tahanan, dengan menggunakan baju koko warna abu-abu bersarung dan songkok, diketahui korbannya adalah pengurus Masjid dan taat beribadah serta rutin melaksanakan puasa sunnah senin kamis. Pada saat kejadian itu korban selesai makan sahur dan persiapan untuk shalat subuh, sehingga posisi korban masih menggunakan baju koko, bersarung dan songkok,” ucapnya

Lanjut Wahyu menambahkan, korban mengatakan kepada petugas jaga akan membawa pelaku selama 15 menit, selanjutnya korban dan pelaku mendatangi tempat tinggal korban. Sekitar 04.00 WITA, RPY yang merupakan pelaku pelaku mendengar adu mulut diruang tamu yang ternyata berasal dari antara korban dan pelaku, pada saat adu mulut korban pelaku pelaku dan pelaku meminta maaf dengan ucapan “ ampun komandan”. Setelah meminta ampun, pelaku membanting handpone milik korban.

BACA JUGA  Dit Reskrimum Polda Gorontalo Cegah Potensi Kriminal dan Cek Penerapan Prokes

Melihat situasi ribut adik pergi ke udara untuk mengambil air minum, setelah kembali RPY melihat secara langsung pelaku menodongkan senjata api rakitan dan menembak sebanyak satu kali yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Setelah melakukan penembakan di bandara, pelaku memberikan senjata api rakitan tersebut kepada adiknya RPY, dan berupaya untuk melalui, namun situasi pada saat itu masi pagi dan belum ada penerbangan, sehingga pelaku memutuskan untuk dirumah orangtuanya dandistulah ditangkap oleh tim gabungan Polda Gorontalo,” Adapun identitas tersangka yakni RIY (31) dan RPY (23), barang bukti berupa senjata api rakitan, handpone serta milik korban.

BACA JUGA  Wakapolda Gorontalo Cek Pos PAM OPS Ketupat Otanaha 2021

“Kepada pelaku 1 RIY yang dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara dan undang-undang darurat no 12 Tahun 1951 dengan ancaman 20 tahun, dan pelaku 2 RPY yang dikenakan Undang no 12 tahun 1951 atas keterkaitan dengan adanya senjata api ilegal. Saat ini RIY masih dalam status tahan Ditres Narkoba Polda Gorontalo,” tutupnya

Tinggalkan Balasan