[Persepsi] Evaluasi Penanggulangan Banjir Pemerintah Kecamatan Bulawa

62

KEBIJAKAN PEMERINTAH KECAMATAN BULAWA DALAM UPAYA MENANGGULANGI BENCANA BANJIR

 Oleh : Mastin Yadi

(Mahasiswa UNG)

 

BANJIR merupakan salah satu bencana yang sering kali terjadi di wilayah Indonesia. Hal ini karena Negara Indonesia merupakan Negara yang rentan terhadap berbagai bencana alam. Baik bencana yang ringan maupun yang berat. Bencana yang kerap kali terjadi yaitu banjir dan tanah longsor, bencana tersebut sering terjadi ketika musim hujan tiba. Pada saat hujan lebat dengan waktu yang lama maka banjir pun akan terjadi, akibatnya tak sedikit korban yang meninggal dunia karena terseret arus air sungai, kehilangan rumah tinggal dan material lain. Korban yang mengalami bencana banjir yang parah akan mengalami banyak kerugian.

Bencana ini tentunya akan membuat berbagai pihak untuk ikut serta berperan dalam membantu warga korban bencana alam. Ketika bencana alam menimpa yang petama kali kita harus perhatikan adalah proses penangan atau penanggulangan bencana, hal ini sangat penting untuk mengatasi dampak maupun kerugian yang akan di alami oleh korban banjir maupun tanah longsor.

BACA JUGA  Anggota DPD RI Tampung Aspirasi Pemkab Bone Bolango

Dalam hal ini pemerintah harus mengambil kebijakan penting untuk menanggulangi bencana alam. Kebijakan yang akan diterapkan oleh pemerintah terdapat pada Undang-Undang Nomor. 24 Tahun 2007 yang dijelaskan dalam bab 03 Pasal 5-9 dimana penelasan tersebut adalah wewenang dari pemerintah untuk menanggulangi bencana alam. Kebijakan ini akan memberikan langka-langkah apa saja yang harus di ambil oleh pemerintah untuk penangana para korban banjir.

Dalam yang menjadi presepsi saya,  yaitu tentang Evaluasi Kebijakan Pemerintah Kecamatan Dalam Menanggulangi Bencana Banjir. Banjir kembali terjadi di Kabupaten Bone Bolango, khususnya di Kecamatan Bulawa, pada Senin (07/09/20). Banjir  ini terbilang  berbeda dari sebelumnya,  tidak pernah terjadi. Banjir tersebut membuat warga kaget dan tidak pernah menduga akan ada terjadinya banjir sebesar ini.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Kaidundu, khususnya Desa Mamungaa Timur, Dusun Empat Menghanyutkan beberapa rumah warga, mobil dan lain sebagainya, Selain itu banyak rumah warga yang rusak parah akibat tertimbun material kayu, batu, lumpur yang terbawa arus deras air hujan, akibatnya banyak warga yang harus mengungsi untuk sementara waktu karena takut akan ada banjir susulan yang akan menimpa desa tersebut.

BACA JUGA  Tim Resmob Polda Gorontalo Kembali Bekuk 4 Pelaku Judi Togel Online

Pihak pemerintah dalam hal ini tentunya berperan penting dalam hal penangan warga pasca banjir terjadi. Sehingganya setelah melihat situasi dan kondisi pemerintah segera melakukan tindakan untuk penangan pasca banjir. Pemrintah setempat mendirikan posko dan dapur darurat sebagai tempat penampungan bantuan dan keluhan dari warga. Melihat kondisi banjir yang terjadi, tak sedikit orang bahkan sampai pemerintah luar daerah ikut memberikan bantuan, sumbangan berupa pakaian, obat obatan, dan juga bahan pokok lainnya.

Selain itu  Pemerintah kecamatan berusaha menerima keluhan warga dan menyalurkan bantuan bantuan dengan baik. Meskipun pemerintah kecamatan sudah menampung berbagai keluhan warga, namun belum juga bisa terpenuhi, salah satunya yaitu tentang pengadaan alat berat eksapator. Alat berat ini menjadi salah satu harapan warga guna untuk membersihkan lumpur lumpur, dan berbagai material yang menimbun rumah warga pasca banjir terjadi. Selain untuk membersihkan material, ksapator juga akan digunakan untuk memperbaiki jalan air yang melebar berantakan. Banyak warga yang mengeluh dan menyangkan tindakan pemerintah yang tak kunjung mengadakan alat berat tersebut. Warga yang menunggu alat berat yang tak kunjung datang, mulai menggali timbunan dengan alat manual, seperti linggis dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Peran Kepala Desa Untuk Menjalankan Fungsi Pemerintah Di Desa Taluduyunu Utara, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato

Melihat hal ini tentunya menyorot pada peran pemerintah kecamatan tentang bagaimana dalam mengadakan alat berat tersebut. Karena alat eksapator merupakan alat terpenting dalam melakukan pembersihan desa Mamungaa Timur dari kotoran material yang terbawa oleh arus banjir. Dua pekan setelah pasca terjadinya banjir, alat tersebut tak kunjung diadakan oleh pemerintah. Padahal pemerintah kecamatan sudah berusaha dengan baik untuk menyampaikan kebutuhan tersebut terhadap Pemda Bone Bolango, namun belum terealisasikan.

Yang menjadi presepsi saya dalam hal ini, yaitu pemerintah harusnya mengambil kebijakan untuk berusaha mengadakan alat berat tersebut, karena eksapator merupakan alat yang diharapkan oleh warga desa Mamungaa Timur. Namun dilihat dari berbagai macam bantuan yang direalisasikan pemerintah kecamatan, semuanya sangat sangat cukup, bahkan lebih dari cukup. Terkecuali dalam pengadaan alat berat tersebut.[]

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here