Peringatan Hari Ibu, Euforia Angka Kekerasan Perempuan Di Kota Gorontalo

64
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (Sumber: hidayahtuna.com)

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu dimana semua orang memperingati hari tersebut sebagai bentuk penghargaan dan kasih sayang kepada sosok seorang ibu.

Dalam peringatan Hari Ibu tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menggelar acara Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke 92 yang digelar di Aula Rumah Dinas Walikota, Selasa (22/12/2020).

Walikota Gorontalo, Marten Taha menyampaikan bahwa peringatan Hari Ibu adalah momentum kebangkitan bangsa dimana perjuangan perempuan tidak bisa lepas dari sejarah Indonesia.

“Peringatan Hari Ibu sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Indonesia,” ujar Marten dalam sambutannya pada acara PHI ke 92, Selasa (22/12/2020).

Walikota Gorontalo, Marten Taha saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Ibu yang ke 92, Selasa (22/12/2020) Foto: Bayu Harundja

Pada akhir sambutannya Marten menyampaikan bahwa mengenai pencapaian indeks pembangunan serta pemberdayaan gender masih sangatlah lambat dan masih ada saja kekerasan terjadi terhadap perempuan.

“Perjuangan perempuan Indonesia belumlah selesai, pencapaian indeks pembangunan gender dan indeks pemberdayaan gender dirasa masih berjalan lambat, kekerasan masih terus dialami dan tingkat kesejahteraan lainnya juga masih rendah,” tutur Marten.

BACA JUGA  Marten Taha Membeberkan Rencana Membangun Masyarakat di Masa New Normal

Berdasarkan data dari Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Gorontalo, data angka kekerasan terhadap perempuan sendiri di tahun 2020 mencapai 36 orang perempuan yang mengalami kekerasan, berbeda dengan tahun 2019 yang sebelumnya mencapai 48 orang.

Data kekerasan terhadap perempuan di Kota Gorontalo tahun 2019-2020 (sumber: gorontalokota.go.id)

Kepala Dinas DPPKBP3A Kota Gorontalo, Nulika Melati Suparman menyampaikan bahwa memang mengenai kekerasan terhadap perempuan sendiri itu ditangani oleh Dinas DPPKBP3A sendiri, namun jika masih saja terjadi kekerasan terhadap perempuan hal tersebut harus dikembalikan ke individu masing-masing.

“Kalau semua kekerasan memang kami tangani melalui P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), tetapi barang kali kekerasan ini terjadi kembali, memang harus individu yang bertanggung jawab,” ujar Nulika saat diwawancarai usai mengikuti acara PHI yang ke 92, Selasa (22/12/2020).

Nulika juga menuturkan bahwa perlu juga adanya solusi untuk meminimalisir agar tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan, solusi tersebut juga dari Dinas DPPKBP3A sendiri sudah memiliki Satgas (Satuan Tugas) di tiap-tiap Kelurahan yang ada di Kota Gorontalo untuk menangani kekerasan terhadap perempuan.

BACA JUGA  Wacana 3 Periode Ketua DPD Golkar Kota. Fadel Muhamad nilai MT Layak

“Kita sering bersosialisasi dari tingkat kota sampai kelurahan kita melakukan sosialisasi, agar masyarakat mengetahui lebih luas, dan di semua kelurahan, di 50 kelurahan sudah memiliki Satgas yang menangani kekerasan baik itu terhadap perempuan maupun anak, dan jika terjadi kekerasan di kelurahan itu dilaporkan saja melalui Satgas, nanti Satgas yang akan meneruskan ke kami,” tutur Nulika.

Dilain waktu Direktur Woman Institute Research and Empowerment Gorontalo (Wire-G), Kusmawaty Matara menyampaikan penetapan Satgas di masing-masing Kelurahan menurutnya sangat bagus dengan melihat angka kekerasan yang lumayan tinggi, hal tersebut merupakan langkah yang tepat.

“Itu merupakan langkah afirmatif (penguatan, red) yang sangat baik pada konteks misalnya tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, kenapa campaign (kampanye, red) selalu pro terhadap perempuan dan anak? Karena mereka termasuk kelompok yang sangat rentan sekali,” ujar Kusmawaty saat diwawancarai melalui via telepon.

BACA JUGA  Dapur Umum Berjalan Satbrimobda Polda Gorontalo Bersama TNI Membagikan Menu Buka Puasa

Meskipun penetapan Satgas di tiap-tiap Kelurahan adalah strategi yang baik, Kusmawaty menyampaikan hal yang perlu diperhatikan ialah gerakan ataupun inisiasi dari dinas harus terkoordinir dengan baik jangan cuma nanti ada kekerasan baru bergerak namun di tiap-tiap kelurahan itu sendiri harus ada gerakan pencegahan.

“Tetapi yang perlu diperhatikan adalah gerakan yang dilakukan mereka itu memang harus terkoordinir dengan baik, jadi jangan kalau ada kasus baru ada penangan, padahal yang harus kita lakukan juga adalah kerja-kerja preventif (pencegahan, red), bukan nanti ada kekerasan baru kita bergerak,” tutur Kusmawaty.

Dalam Peringatan Hari Ibu yang ke 92, Kusmawaty berharap momentum Hari Ibu menjadi momen kita bersama untuk saling memotivasi dan berinovasi dengan tidak melupakan integritas perempuan.

“Saya berharap momentum Peringatan Hari Ibu ini menjadi momen kita bersama untuk saling memotivasi dalam kerja dan selalu berinovasi apalagi di masa pandemi seperti ini dengan tidak melupakan integritas kita,” harap Kusmawaty. (Ubay)

Reporter: Bayu Harundja

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here