Opini  

Penjabat Gubernur Dilantik, Kabinet Bayangan Mencuat

Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer tiba di Gorontalo, Minggu (15/05/2022)

Masyarakat Gorontalo menyambut suka cita pelantikan Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noerdin. Namun dikotori perilaku kurang etis, yang terkesan mengintervensi kewenangan kepala daerah dalam mengatur roda pemerintahan.

Hal ini mencuat, dan menjadi perbincangan segelintir orang bahwa sudah disiapkan orang terbaik yang bakal membantu jalannya roda pemerintahan Penjabat Gubernur Gorontalo yang baru.

Beberapa posisi sudah menjadi incaran kelompok yang mengaku kedekatan organisasi dengan Hamka, sampai posisi Sekda menjadi prioritas untuk diganti.

Bayangkan Sekda saja, menjadi target, apata lagi sebatas Kadis, tentu hal mudah bagi mereka untuk utak atik birokrasi Pemprov nanti. Padahal, penjabat saja belum berkantor, dan menyapa ASN nya.

BACA JUGA  Catatan HPN: Tantangan Pers Indonesia Sekarang

Sebenarnya aspirasi yang menjadi perbincangan ini, tak masalah bila penjabat proses nya sama dengan gubernur yang dipilih melalui proses demokrasi serta masa jabatan 5 tahun.

Hal yang bisa jadi dilupakan akibat terhipnotis oleh klaim kelompok dan kedekatan, bahwa penjabat memang masa tugasnya, 1 tahun ke depan, bukan tidak mungkin 3 atau 6 bulan ke depan pemerintah pusat mengevaluasi, dan diganti dengan penjabat yang baru.

BACA JUGA  Partisipasi Politik Masyarakat Di Desa Kaidundu Barat Dalam Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Di Tengah Pandemi Covid-19

Semestinya, menurut sebagian kalangan yang berpikir konstruktif, bahwa berbagai macam komponen menyiapkan konsep kemudian disodorkan, sebab Penjabat ini tak memiliki bekal rencana pembangunan secara pribadi, sehingga dibutuhkan saran dan masukan. Bukan langsung menyiapkan orang.

Selain itu, hal yang perlu dipertegas, bagi penjabat adalah melakukan audit internal Pemprov, selain untuk terlepas dari “dosa” masa lalu, yang lebih penting adalah memahami kinerja aparat secara internal dan mendapatkan bahan secara data kekurangan untuk penyempurnaan dalam implementasi kebijakan nya selama paling tidak 1 tahun ke depan.

BACA JUGA  Pancasila Kita dan Kawasan Timur Indonesia

Sebab audit ini, yang menjadi perhatian anggota DPRD Provinsi Gorontalo Adhan Dambea, disampaikan dalam kegiatan syukuran berakhirnya pemerintahan Rusli Habibie dan Idris Rahim, yang bertajuk Semoga Husnul Khatimah.

Selamat bekerja buat Penjabat Gubernur Gorontalo Ondeng Putra hulondalo yang berhasil dirantau. Anda ditugaskan melayani rakyat bukan Politisi, apalagi untuk memenuhi syahwat kekuasaan segelintir orang.[]