Pengajar Muda Dari Berbagai Universitas Masuk Perkampungan di Tiga Kecamatan

BOALEMO, MEDGO.ID – Indonesia harus bangga, di tengah situasi dalam pemulihan akibat peran-peranda pandemi termasuk dunia pendidikan, ada generasi muda yang ingin mengabdikan dirinya secara swadaya melalui lembaga non pemerintah yang disebut Yayasan Indonesia Mengajar yang mengirimkan 8 orang pengajar muda untuk Boalemo yang sekarang telah bertugas di pelosok desa di tiga kecamatan.

Kami mencoba bersua dari perwakilan YIM, Habib lulusan Universitas Islam Jakarta, gerakan Indonesia Mengajar tujuannya untuk menggerakkan masyarakat untuk bersama memajukan pendidikan. “Untuk boalemo sendiri mendapatkan delapan orang pengajar muda, dan Indonesia sendiri ada 40 orang pengajar muda yang di sebar di lima tempat termasuk boalemo,” ungkap Habib.

BACA JUGA  Pemdes Bulalo, Kecamatan Kwandang Gelar Pengambilan Sumpah Janji Panitia Pemilihan Anggota BPD

Kami di tugaskan disini selama 1 tahun kata Habib, dan sudah masuk 2 bulan kami berada di pelosok desa untuk mengajar antara lain kecamatan wonosari di Desa Sari Tani, Desa Dimoto, Desa SP3, kecamatan paguyaman pantai di Desa Towayu, Desa Limbatihu, dan Desa Olibuu, sedangkan kecamatan dukupi di Desa Tangga Barito dan Desa Tangga Jaya.

Lanjut Habib, fokus kegiatan dari pengajar muda adalah bagaimana memunculkan kreativitas anak-anak di sekolah dasar serta pelibatan dalam masyarakat, artinya kami berkolaborasi dengan guru-guru mau pun ketika berada di tengah-tengah masyarakat.

BACA JUGA  Pemdes Molingkapoto Terus Genjot Capaian Target Sasaran Vaksinasi 1.183 Jiwa Tahun 2021

Sementara Aulia Zita menyampaikan bahwa masyarakat boalemo itu ramah sekali serta banyak membantu kami melalui aktif dalam berpartisipasi, baik kepala desa, aparatur desa bahkan masyarakat juga begitu. Kami juga selain ada yang tinggal di rumah dinas guru juga numpang di rumah penduduk serta ada juga yang dapat rumah singgah sendiri.

“Pendidikan itu bukan saja tugas tenaga pendidik tetapi tanggungjawab semua elemen masyarakat termasuk kami di Indonesia mengajar, jadi tugas kami itu bukan semata-mata bagaimana seluruh siswa bisa lulus, melainkan mengajak seluruh elemen ayo sama-sama kita mengajar,” jelas Aulia Zita.

BACA JUGA  Dinkes Gorut Terus Genjot Progres Percepatan Vaksinasi Untuk Masyarakat

Harapananya selama indonesia mengajar di boalemo mungkin hingga lima tahun kedepan, bagaimana sistem pendidikan anak-anak itu sesuai harapan kita bersama serta lebih berkualitas.

Berikut data pengajar muda dari YIM saat di wawancarai selesai buka puasa bersama di Kantor DPP3KBPA Boalemo, yakni Feliya lulusan spikologi Universitas Gadjah Mada, Wiji lulusan seni Universitas 11 Maret Solo, dari Universitas Luar Biasa Jogyakarta, Gama lulusan teknik sipil Universitas Indonesia, Wita lulusan Spikologi Universitas Sahwala Aceh, Safira lulusan Apoteker Universitas Pajajaran Bandung, Habib lulusan Studi Islam Universitas Islam Jakarta, Aulia Zita lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. (***).

Tinggalkan Balasan