Pemerintah Desa Ibarat Fokuskan Percepatan penyaluran BLT dan Infrastruktur Desa Lainya

99

Gorut, MEDGO.ID —┬áMengacu pada program Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo Utara tentang percepatan pembangunan desa yang berskala prioritas serta untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa yang diperuntukkan bagi penerima bantuan yang terdampak Covid-19 atau warga yang kurang mampu.

Kepada awak media kepala desa Ibarat Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Kustiyanto Olii menjelaskan beberapa tahapan program pemerintah desa yang telah di capainya, meskipun dalam situasi pandemi sekarang ini.
Kamis, (27/05/2021)

BACA JUGA  Kisah Seorang Perawat Pasien Covid-19

“Memang kami selaku Pemerintah desa masih di sibukkan dengan beberapa persoalan, terutama pandemi Covid-19 yang melanda bukan hanya seluruh Indonesia, hingga seluruh dunia, sampai ke Pemerintah desa dan masyarakat. Karena anggaran yang sesuai kami terima itu ada sekitar 916 juta, tapi di resap oleh BLT itu selama 2 kali, 12 bulan menerima, itu sekitar 300 juta dengan jumlah KK hampir 100. Dan yang berikut juga ada Covid 8% yang harus kami jalankan, dan anggaran tersebut di resap oleh SDGs, sehingga total anggaran itu sekitar 400 juta.” ucap Yanto, sapaan akrab kades Ibarat.

BACA JUGA  Cipayung Plus Gorontalo Utamakan Protokol Kesehatan Covid-19 Dalam Setiap Kegiatan

Yanto menjelaskan lagi terkait anggaran dana tersebut dari total penggunaan dana yang ada pihaknya mengelola dana tersebut tinggal beberapa saja akibat dari penundaan program masyarakat di gantikan dengan BLT.

Menanggapi soal isu yang beredar dalam beberapa hari yang lalu terkait dengan rumah warga yang sudah tidak layak huni tersebut, awak media mencoba mengkroscek kembali tentang hal tersebut, untuk kepentingan informasi yang jelas kepada masyarakat luas agar tidak terjadi informasi yang hanya sepihak, awak media pun tetap melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah desa atau kepala desa Ibarat terkait dengan laporan masyarakat tentang rumah yang sudah tidak layak huni lagi.

BACA JUGA  Akibat Pandemi Covid-19, ZPB: Situasi Ekonomi Dunia dan Indonesia Semakin Memburuk

“Apalagi yang kemarin yang sempat ter upload, bahwa yang tidak layak huni memang namanya sudah ada di desa kami, karena anggaranya tidak cukup maka kami akan ambil bertahap, selanjutnya. Terkait dengan pemberitaan kemarin itu memang betul masih ada beberapa rumah yang sudah tidak layak huni di desa kami, tapi kami sudah punya target khusus untuk perencanaan rumah layak huni, cuman karena anggaran ini yang di resap seperti yang saya sampaikan, sehingga ini tertundanya pelaksanaan fisik yang dilaksanakan oleh pemerintah desa.” jelas Yanto

Di katakannya sejak 2019 hingga 2021 saat itu Perintah desa Ibarat, ada sekitar 30 rumah yang sudah di bangun, diluar jamban dan infrastruktur lainya. Sehingga kesulitan yang di hadapinya dengan jumlah 460 KK masyarakat yang ada di desa Ibarat, dirinya menganggap bukan hal yang semudah itu untuk melaksanakan program tersebut karena semua tergantung kepada anggaran yang ada.

Di ketahui jumlah penduduk yang ada di desa Ibarat Kecamatan Anggrek berjumlah kurang lebih 1600 jiwa, 460 KK. Dengan desa yang memiliki kepadatan penduduk, pemerintah desa Ibarat terus mengupayakan program-program yang belum terlaksanakan, dan pemerintah desa pun sudah memiliki target dan progres yang tentunya secara bertahap.

BACA JUGA  Desa Bulalo Kecipratan Bantuan Sembako NKRI Peduli Dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

“Insyaa Allah kalau memang pandemi ini sudah selesai, dan tidak ada lagi BLT, dan tidak ada lagi yang lain-lain. Mungkin ini sudah selesai, bahkan namanya sudah ada desa sesuai yang di ambil oleh kepala-kepala dusun. Dan insyaa Allah target ini sudah terpenuhi kalau sudah stabil apa yang di sebut pandemi sekarang ini” ungkap Yanto

Menyinggung soal korban angin puting beliung yang menimpa rumah warga yang ada di desa Ibarat pada bulan Oktober lalu, awak media pun pada Jumat minggu kemarin mendapat informasi atau pun laporan warga terkait dengan kerusakan rumah akibat angin puting beliung, kepada awak media, Nikson Talib pemilik rumah tersebut menjelaskan kronologis terjadinya angin puting beliung yang memporak-porandakan rumahnya.

Lanjut Nikson menjelaskan kejadian tersebut hanya menimpa rumah saja, dan saat itu sudah di ketahui oleh aparat Pemerintah desa, yaitu kepala dusun yang tidak jauh dari rumahnya.

BACA JUGA  Pemdes Botungobungo, Karang Taruna, Dan Mahasiswa UMGo Door To Door Sosialisasi Vaksinasi

Atas kejadian tersebut pada saat itu belum ada tanggapan dari pemerintah desa atas kerusakan rumah yang di alaminya. Beberapa selang kemudian setelah terjadinya angin puting beliung, dirinya langsung menghubungi Kades Ibarat untuk meminta menghubungi kepada PLN, karena saat itu kabel listrik mengalami kerusakan, Nikson merasa khawatir dengan beberapa kabel yang putus, kades pun langsung menghubungi PLN untuk melakukan pemindahan aliran listrik. Terkait dengan kerusakan rumah tersebut, dan sampai dengan sekarang ini tetap belum ada tanggapan ataupun realisasi dari Pemerintah desa Ibarat, menurut pengakuan Nikson kepada awak media.

Setelah di konfirmasi, Kepala desa Ibarat, membenarkan kejadian ataupun musibah yang di alami oleh warganya sendiri yaitu Nikson Talib.

“Terkait dengan musibah tersebut, satunya dia sudah mendapat program dari Provinsi lewat desa, dan juga anggota DPRD, sehingga rumah yang kemarin yang kena bencana itu dia langsung pindah ke rumah yang baru yang sudah di bangun oleh pemerintah Provinsi. Tadinya itu kan kosong, sehingga pas kena musibah dia langsung pindah kesitu. Dan terkait dengan rumah yang sudah tidak layak huni tersebut, mungkin bukan hanya beliau yang punya rumah begitu, ada banyak, dan mungkin pak wartawan jalan-jalan di dusun kami ini akan terlihat jelas rumah seperti itu, dengan rumah-rumah yang sama bukan hanya satu itu. Dan kami sudah ada target tentang hal itu dimana rumah-rumah ini akan kami selesaikan, ya tergantung dari anggaran juga. Kami juga tetap berusaha, kemarin juga kami mengusulkan rumah rehapan termaksud rumah-rumah yang tidak layak huni, kami usulkan lewat Dinas Perkim (Perumahan dan kawasan pemukiman). Jadi ada sekitar 60 KK yang belum memiliki rumah layak huni sehingga ini kami minta bantuan dari dinas oleh pemerintah daerah, siapa tahu ini bisa terlaksana dan anggaranya bisa cepat keluar, karena itu sudah di survei oleh petugas yang dari kabupaten, dan kami tinggal menunggu saja, artinya membantu Pemerintah desa dalam hal ini menangani yang begitu banyak penduduk yang ada. Karena kami berbeda dengan desa lain, desa lain cuma 100 KK, paling tinggi 200 KK, kalau kami memiliki desa terpadat, dan ada 3 desa. Yakni Ilangata, Ibarat, dan Tolango. Inilah jumlah KK yang luar biasa dan bukanlah pekerjaan yang mudah bagi pemerintah desa, tetap kami laksanakan dengan niat, tetapi ini harus butuh proses, bukan karena dia tidak mendapatkan haknya sebagai masyarakat, namun ini tentunya tidak semudah membalik telapak tangan, karena ada regulasi dan prosedur yang harus kami jalankan.” pungkas Kustiyanto

BACA JUGA  Desa Langge Kecamatan Anggrek Menggelar Gebyar Vaksinasi Tahap 3

Kustiyanto berharap kedepan nanti Covid-19 cepat berakhir dan Pemerintah desa akan terus memperbaiki infrastruktur, terutama rumah-rumah yang masih banyak belum terselesaikan, dan dengan anggaran yang belum cukup, insyaa Allah ini bisa terselesaikan. Bahkan dirinya juga mengatakan, bukan hanya mengandalkan dana desa, tetapi kerja sama dengan Pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat. Dan pihak Pemerintah desa Ibarat pun akan segera mengirimkan data-data tentang rumah-rumah yang tidak layak huni, karena data tersebut sudah di ambil oleh dinas Perkim.

Dirinya juga berterimakasih kepada Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo Utara, dengan anggaran sekitar 7 Miliyar langsung diserap ke perbaikan jalan, Pamsimas, selebihnya untuk dana desa, dan pekerjaan-pekerjaan infrastruktur lainya. (Inong)

Reporter: Suripno Ar. Onge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here