Pemdes Iloheluma Anggrek, Gelar Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Anak Dan Perempuan

Gorut MEDGO.ID – Tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan acap kali sering terjadi di tengah-tengah masyarakat, atau pun dilingkungan masyarakat itu sendiri.

Terkadang kasus tindak kekerasan dalam rumah tangga mengendap begitu saja tanpa ada proses hukum lebih lanjut, ataupun korban dari kekerasan tersebut enggan melaporkan, sehingganya para pelaku-

BACA JUGA  UKM Tinelo Putri Desa Popalo Terima Kunjungan Dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo

tindak kekerasan dengan leluasanya melakukan hal yang sama dan terulang kembali. Inilah yang menjadi perhatian serius oleh Yeti Erlina Tatuil, S.Sos. sebagai pendamping P2TP2A Pemberdayaan Perempuan Dan Anak-

BACA JUGA  Kustiyanto Olii: Pentingnya Edukasi Tentang Bahaya Narkoba Kepada Masyarakat Desa Ibarat.

Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).
Tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan sering terjadi, kapan dan dimana saja, sebab pemicu kekerasan secara fisik maupun sikis, itu dimulai dari orang-orang terdekat atau pun lingkungan sekitar.

BACA JUGA  Desa Helumo Kecipratan Bantuan Bibit Jagung Dari Dinas Pertanian Gorut

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh pendamping P2TP2A (Pemberdayaan Perempuan Dan Anak) Yeti Erlina Tatuil, saat-

memberikan materi penyuluhan hukum yang dilaksanakan oleh Pemerintah desa yang digelar di ruang aula kantor desa Iloheluma Kecamatan Anggrek, Gorut.

BACA JUGA  Pemdes Leboto, Kecamatan Kwandang Terima Bantuan NKRI Peduli Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Yeti menjelaskan beberapa hal proses tindak lanjut laporan masyarakat tentang tindak kekerasan anak dan perempuan sebelum masuk ke ranah hukum, terlebih dahulu ditangani oleh dinas perlindungan anak dan perempuan.

BACA JUGA  Memanusiakan Manusia Melalui Pemuda Semangat Bantu Bangsa

“Terkait dengan perlindungan anak dan perempuan, kalau di dinas kami itu di tahapan pencegahan, sehingga di dinas kami itu hal-hal yang kita lakukan tentunya sesuai dengan prosedur yang ada. Maka ketika ada persoalan yang terkait kekerasan-

tersebut maka dinas pemberdayaan perempuan dan anak itu yang namanya konselor, ada yang namanya Puspaga, dan juga ada yang namanya P2TP2A, yang akan nantinya menangani kasus tersebut sebelum keranah hukum.” jelas Yeti

BACA JUGA  Memasuki penghujung Tahun 2021 Pemdes Tolango Salurkan BLT Kepada 62 KPM, Terlaksana Dengan Baik

Menyentil soal kasus KDRT yang sering terjadi khususnya diwilayah Gorut, lanjut Yeti menambahkan, jumlah kasus tersebut masih tinggi.

“Melihat kasus tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak, di Gorut itu cukup meningkat, di 2021 ini kasus tindak kekerasan berkisar 20 kasus. Jadi perlu ada kesamaan persepsi bersatu padu, baik itu Pemerintah, dan masyarakat untuk-

BACA JUGA  Pemdes Tolongio Gelar Rapat Pemantapan Kegiatan HUT RI ke 76 Yang Dipusatkan Di Lapangan Tolongio

bagaimana kita sama-sama mencegah, sehingga hal-hal yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan dan anak ini tidak akan terjadi, tentunya harus di minimalisir khususnya di Kabupaten Gorontalo Utara.” tandas Yeti.

BACA JUGA  Melalui MUSDes, BUMDes Karya Bersama Desa Mootinelo, Prioritaskan Kepentingan Masyarakat

Sementara itu ditempat yang sama, kepala desa Iloheluma, Saleha Pakaya, kepada awak media mengatakan, penyuluhan hukum ini sangat penting bagi masyarakat desa, apalagi tentang tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

BACA JUGA  Jelang Idul Adha Desa Helumo Siapkan 13 Ekor Hewan Qurban

“Alhamdulillah kita melaksanakan program kegiatan penyuluhan hukum dengan topik perlindungan perempuan dan anak.

Ini bagus sekali dan sangat penting, agar masyarakat lebih paham serta sadar hukum, apalagi soal tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan ini tidak bisa terjadi.

BACA JUGA  Pemdes Garapia Kecamatan Monano, Terkendala Sistem Aplikasi Dalam Pendataan SDGs

Dengan penyuluhan hukum ini saya melihat masyarakat sangat antusias mendengarkan apa yang telah disampaikan oleh ibu Yeti, dengan begitu masyarakat sudah bisa memahami sadar akan hukum agar-

terhindar dari hal-hal yang menyimpang terutama KDRT.
Program kegiatan penyuluhan hukum yang diselenggarakan oleh Pemerintah-

BACA JUGA  Akibat Pergeseran Anggaran Dana Desa, Pemdes Oluhuta Tunda Pengerjaan Infrastruktur Desa

desa Iloheluma menggunakan dana desa, Alhamdulillah untuk tahap 3 sudah terlaksana dengan baik dan lancar” tutup Saleha. (Inong)

Tinggalkan Balasan