Pelaksanaan Pilkada Ditengah Pandemi Covid-19 Di Provinsi Sulawesi Utara

60

Oleh: Enda Tiara Sutisna 

Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil kepala daerah yang biasa di sebut dengan Pilkada atau pemilukada adalah pemilihan umum untuk memilih pasangan calon kepala daerah yang diusulkan oleh partai politik (parpol) atau gabungan parpol dan perseorangan. Pilkada juga merupakan sebuah pemilihan yang dilakukan secara langsung oleh para penduduk daerah setempat yang memenuhi persyaratan.

BACA JUGA  Menelaah Urgensi Pilkada Banggai 2021-2025 Untuk Masa Depan Desa Jayabakti

Pilkada atau pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali ini sangat berbeda di bandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya, berdasarkan pasal 201 A Pilkada yang semula dijadwalkan pada september 2020 di tunda pada bulan desember 2020 dikarenakan adanya pandemi covid-19 yang sedang mewabah di hampir seluruh dunia terutama sulawesi utara bukan hanya penundaan pilkada namun sejumlah kegiatan lainnya ikut tertunda.

BACA JUGA  Eka Minta Guru-Guru Bisa Mencetak Lagi Pemimpin Masa Depan Untuk Boalemo

Pilkada di sulut tetap dilaksanakan tetapi harus dengan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19 dan menimbulkan klaster baru karena demikian sulawesi utara termasuk salah satu penyebaran paling tinggi pandemi covid-19 selain itu juga kesiapan masyarakat menjadi hal yang utama dalam ikut serta pada pilkada serentak 2020.

BACA JUGA  Sistem Perpajakan Di Indonesia

Satu aturan kritis yang dierlakukan untuk memastikan keselamatan adalah sebuah kode perilaku pemilih yang memuat intruksi mendetil yang bersifat menjaga dan mencegah pada setiap langkah, tindakan pencegahan dan perlindungan ketat sebgaimana tercantum dalam kode perilaku bagi peserta pemilih yaitu untuk tetap menjaga jarak dan wajib untuk memakai masker serta handsinitzer.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here