Partisipasi Politik Masyarakat Di Desa Kaidundu Barat Dalam Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Di Tengah Pandemi Covid-19

81

Oleh : Jein Sahril Anggrainy Djibu

Dalam rangka menghadapi pesta demokrasi lima tahunan, masyarakat diminta berpartisipasi guna mengaktifkan nilai-nilai demokrasi untuk mensukseskan kegiatan ini tanpa harus melanggar peraturan yang telah ditetapkan guna kelancaran acara ini.

Oleh karena itu, kesuksesan pesta demokrasi ini dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat dan keterlibatan peran peserta demokrasi.

Karena Pemilihan adalah sesuatu yang sangat dinantikan oleh setiap masyarakat terlebih lagi pemilihan tahun ini yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan saat ini kita berada dalam situasi yang dikatakan kurang kondusif dikarenakan kita berada di masa pandemi Covid-19 yang dimana segala sesuatunya selalu diatur dan dibatasi.

BACA JUGA  Pemkab Gorontalo Menggelar Rapat Persiapan Acara Peringatan Maulid Nabi 

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini dinilai memberikan dampak yang sangat besar terhadap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, terkait partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi tersebut.

Jika pandemi Covid-19 ini akan mengganggu partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak maka masyarakat tentu akan lebih mengutamakan kesehatannya. Inilah yang akan menjadi tantangan bagi pihak penyelenggara Pilkada yang dilakukan di tengah Covid-19.

Karena Pilkada diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 jadi salah satu indikator suksesnya pelaksanaan pemilihan dapat dilihat pada tingkat partisipasi masyarakat.

BACA JUGA  Sistem Perpajakan Di Indonesia

Salah satu yang menjadi tantangan pelaksanaan Pilkada 2020 karena dilaksanakan beririsan dengan pandemi Covid-19 yang masih melanda seluruh daerah di wilayah Indonesia.

Tanpa melanggar peraturan yang telah ada TPS, PTK terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak serta tidak melakukan perkumpulan yang dalan mengakibatkan adanya kerumunan.

Keefektifan pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi ini bisa dilihat dari aktivitas politik masyarakat setempat dimana dituntut adanya kesadaran dari tiap-tiap individu terhadap protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan efektif atau tidaknya proses Pilkada ini akan dilihat saat pemilihan berlangsung pada 9 Desember mendatang. Selain itu, dalam pilkada kali ini dimana masih dalam situasi pandemi maka tidak bisa dihindari akan adanya dampak yang akan ditimbulkan baik positif maupun negatif.

BACA JUGA  Persepsi Tentang Dilema Pilkada Di Tengah Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Gorontalo

Dampak positifnya berupa meminimalisir adanya politik uang atau money politic karena akan adanya pengamanan yang super ketat dari pihak penyelenggara setempat.

Sedangkan untuk dampak negatifnya kemungkinan golput akan meningkat karena tidak semua masyarakat setempat berada dalam daerah dan ketika pemilihan otomatis mereka harus kembali ke kampung halaman masing-masing. **

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here