Menyoal Tindakan Intimidasi Wartawan, Jurnalis Se-Gorontalo Minta Polisi Pelajari UU Pers

93
Ketua AJI Gorontalo, Andri Arnold menyerahkan buku saku UU Pers kepada aparat kepolisan (Foto: Bayu Harundja)

GORONTALO, MEDGO.ID– Menyoal tindakan intimidasi kepada wartawan yang meliput aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja (Senin, 12/10/2020), Aliansi Jurnalis Gorontalo yang di nahkodai beberapa organisasi wartawan seperti PWI, AJI, IJTI, JMSI, AMSI, dan SMSI menggelar aksi damai tolak kekerasan pers di depan Polda Gorontalo, pada Kamis (15/10/2020).

Dengan menyampaikan 6 tuntutan utama, wartawan se Provinsi Gorontalo menabur bunga dan meletakkan kartu Identitas pers sebagai simbol matinya kebebasan pers.

Aksi tabur bunga di depan Polda Gorontalo (Foto: Bayu Harundja)

Dilain waktu kordinator lapangan, Helmi Rasyid dalam orasi menyampaikan bahwa seluruh wartawan se-Gorontalo sangat menyayangkan atas sikap oknum aparat di Polda yang melakukan tindakan intimidasi tersebut.

BACA JUGA  Jelang RUPS Bank SulutGo, Dua Putra Gorontalo Bakal Menduduki Jabatan Penting

“Jika wartawan sudah turun ke jalan begini, itu artinya demokrasi di Gorontalo sudah terancam,” kata Helmi.

Kordinator lapangan, Helmi Rasyid, dalam menyampaikan orasi di depan Polda Gorontalo (Foto: Istimewa)

Helmi juga menjelaskan pekerjaan wartawan telah dijamin dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999, dalam aturan tersebut kebebasan pers di jamin.

Namun hal itu berbeda dengan fakta di lapangan, hal tersebut tidak sesuai dengan UU pers itu sendiri , bahkan para wartawan tidak mendapatkan perlakuan yang baik.

BACA JUGA  APBD 2021 Diketuk, Aleg Irwan Hunawa : Pemkot Harus Kebut Pelaksanaan Pembangunan
Aksi protes Aliansi Jurnalis Gorontalo di depan Polda Gorontalo (Foto: Imran Husain/Medgo.id)

Setelah menyampaikan aspirasi masa aksi meminta Kapolda maupun Wakapolda untuk bertemu dengan masa aksi untuk berdialog.

Namun setelah mendapat kabar bahwa Kapolda maupun Wakapolda enggan untuk bertemu wartawan berdialog, masa aksi pun kecewa dan bersepakat untuk memboikot liputan maupun rilis dari Polda Gorontalo.

Dan terakhir masa aksi menyerahkan sebuah buku saku yang berisi tentang UU Pers, dan meminta aparat kepolisian untuk pelajari kembali tentang UU pers agar tidak melakukan tindakan intimidasi kepada wartawan.

BACA JUGA  KPK New Strengh In The Midst Of The Corona Pandemic

Hal tersebut di serahkan langsung oleh Ketua Aliansi Jurnalis Independen Gorontalo, Andri Arnold, dengan meminta aparat Polda Gorontalo untuk membaca kembali UU Pers No 40 Tahun 1999.

Selain meminta aparat untuk membaca kembali UU tersebut, Andri juga meminta aparat membuka kembali bunyi MOU antara Dewan Pers dan Polri. (Ubay)

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here