Menuju Akhir Tahun, Walikota Gorontalo Tegaskan Tidak Ada Perayaan Di Malam Tahun Baru

44
Walikota Gorontalo, Marten Taha saat memimpin rapat Forkompimda (Foto: Bayu Harundja)

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Dalam rangka mencegah klaster baru pada perayaan tahun baru, Walikota Gorontalo, Marten Taha, menegaskan pada pergantian tahun baru nanti tidak ada perayaan yang menimbulkan kerumunan.

Hal tersebut di sampaikan Marten dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang di dalamnya membahas mengenai pencegahan covid-19 dan salah satu yang di bahas adalah ditiadakannya perayaan malam tahun baru.

“Tidak akan ada acara pelepasan pisah sambut tahun baru atau perayaan tahun baru dalam bentuk apapun, seperti adanya musik di jalan sampai dengan adanya petasan-petasan,“ tegas Marten dalam rapat Forkopimda, Senin (30/11/2020).

BACA JUGA  Makna Logo Dies Natalis ke 57 Universitas Negeri Gorontalo

Dan juga Marten menghimbau agar tetap mencegah adanya klaster baru, setiap cafe ataupun rumah makan harus mentaati protokol kesehatan, terlebih tempat hiburan malam yang menyediakan PSK (Pekerja Seks Komersial) harus di tindaki dengan tegas oleh pihak keamanan.

BACA JUGA  Toni - Daryatno Resmi Mendaftar Ke KPU Kabupaten Gorontalo

“Kepada petugas keamanan itu harus di tindaki, jangankan pada keadaan covid-19, bahkan bukan pada keadaan covid-19 pun tidak boleh, pasti di cafe itu ada ladies (PSK, red) , tidak mungkin ladies jaga jarak dengan pengunjung, karna mereka datang itu berdekatan dengan ladies”, tegasnya.

Dan juga Marten menyampaikan untuk perayaan pesta pernikahan ataupun keramaian lainnya, ia menghimbau harus mengantongi ijin dan tetap menerapkan protokol kesehatan, kecuali keramaian yang tidak ada gunanya yang mengakibatkan kerumunan seperti pasar malam, agar tidak lahirnya klaster baru di Kota Gorontalo

BACA JUGA  Khawatir Rakyatnya Tertular Covid-19, Bupati Boalemo bagikan Masker

“Kemudian pesta pernikahan kita akan berikan ijin tapi protokol kesehatan harus di terapkan secara ketat, ijin pesta, keramaian, dan sebagainya, kecuali keramaian yang tidak ada gunanya yang melibatkan banyak orang, (seperti pasar malam ataupun hoya-hoya, red)”, pungkas Marten. (Ubay)

Reporter: Bayu Harundja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here