Menjaga Netralitas ASN, PJS Bupati Gorontalo Harap ASN Bangun Meritokrasi dan Demokrasi

18
PJS Bupati Gorontalo, Mitran Tuna dalam kesempatan wawancara usai mengikuti Webinar Menjaga netralitas ASN (Foto: Bayu Harundja)

KABGOR, MEDGO.ID– Dalam rangka menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada yang akan dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember nanti, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengikuti Webinar Netralitas ASN dengan tema ” Membangun Meritokrasi dan Demokrasi Indonesia” yang di ikuti langsung oleh Pejabat Sementara (PJS) Bupati Gorontalo, Mitran Tuna, bertempat di ruang BK-Diklat, pada Rabu (21/10/2020).

Di dampingi Kabid Penilaian Kerja dan Pembinaan Aparatur BKD, PJS Bupati Gorontalo, Mitran Tuna terlihat menyimak apa yang di sampaikan dalam webinar yang menjadi pembicara ialah Kepala Staf Kepresidenan dan Ketua KASN RI.

PJS Bupati Gorontalo mengikuti webinar menjaga netralitas ASN di dampingi Kabid Penilaian Kerja dan Pembinaan Aparatur BKD (Foto: Bayu Harundja)

PJS Bupati Gorontalo, Mitran Tuna, dalam kesempatan wawancara menyampaikan dalam hajatan Pilkada serentak selain menjaga netralitas ASN, juga bagaimana akan melahirkan kepemimpinan.

“Dalam rangka penetapan dalam satu organisasi diusahakan penerapan merit sistem, artinya meritokrasi yang mengedepankan asas kepantasan seseorang untuk duduk dalam satu kepemimpinan organisasi, dan itu hanya bisa lahir dari orang-orang yang punya kemampuan”, ujar Mitran.

PJS Bupati Gorontalo, Mitran Tuna mengikuti webinar menjaga netralitas ASN (Foto: Bayu Harundja)

Mitran juga menyampaikan, tujuan di adakan webinar tersebut selain menjaga netralitas ASN dan melahirkan kepemimpinan, tujuan lain dari diadakan webinar tersebut juga mengedepankan bagaimana para ASN tidak terjebak dalam pesta demokrasi.

“Oleh karna itu, ini dilakukan karna melihat masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh aparat (ASN), melalui webinar tadi dengan tema netralitas ASN, Membangun Meritokrasi dan Demokrasi Indonesia, ini benar-benar dapat di tegakkan, sehingga ASN tidak menjadi korban dari satu perhelatan demokrasi”, pungkas Mitran. (Ubay)

Reporter: Bayu Harundja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here