Menghadiri Acara Deklarasi Formapeace, Mendes PDTT: Dunia Harus Tau Desa Banuroja

27
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar (Foto:Bayu Harundja)

POHUWATO–  Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, menghadiri acara Deklarasi Forum Masyarakat Cinta Desa (Formapeace) yang bertempat di Desa Banuroja, Kecamatan Randanga, Kabupaten Pohuwato, pada Sabtu (19/09/2020).

Acara yang dibuka dengan tarian adat dari etnik Bali tersebut pertanda acara di mulai.

Acara Di Buka Dengan Persembahan Tarian Etnik Bali (Foto: Bayu Harundja)

Desa Banuroja yang merupakan sebuah Desa etnis yang di dalamnya hidup masyarakat antar suku, baik itu dari suku Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo, Maupun Jawa.

Menurut Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, Desa Banuroja adalah desa yang dideklarasikan pada tahun 2003 atas kesepakatan 4 suku yaitu Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo, dan Jawa.

“Desa Banuroja merupakan nama desa yang di sepakati oleh para pendiri di tahun 2003, dimana kata tersebut (Banuroja) akronim dari Ba (Bali), Nu (Nusa Tenggara), Ro (Gorontalo), dan Ja (Jawa)”, terang Syarif.

Masyarakat Desa Banuroja Dengan Keragaman Etnik (Foto: Bayu Harundja)

Dan juga Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, menyampaikan bahwa desa seperti Desa Banuroja dan desa-desa lainnya di Indonesia, harus di ketahui oleh dunia luar.

“Di Gorontalo ada Desa Banuroja yang memiliki keluarbiasaan, yang memiliki kelebihan di banding desa-desa lain di Indonesia. Itu yang harus kita bawa di Dunia”, ujar Abdul.

Mendes PDTT bersama Kepala BNPT, Waka BPIP, Wakil Gubernur Gorontalo, dan Bupati Pohuwato (Foto: Bayu Harundja)

Abdul juga mengharapkan bahwa desa-desa lain di Indonesia harus mencontohi Desa Banuroja yang memiliki kekompakkan meski di dalamnya hidup berbeda-beda etnis.

“Nilai-nilai kearifan yang ada disini kita bawa ke desa lain, nilai-nilai desa lain kita bawa kesini, maka saya yakin dalam kurun waktu 2030 maka Indonesia akan melampaui seluruh Sustainable Development Goals atau pembangunan berkelanjutan level global di banding dengan negara-negara lain”, pungkas Abdul. (Ubay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here