Mendes PDTT Mengunjungi Desa Etnis Banuroja

52
Mendes PDTT bersama rombongan (Foto: Bayu Harundja)

POHUWATO– Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, mengunjungi Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, pada Sabtu (19/09/2020).

Didampingi Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Bupati Pohuwato, dan Wakil Gubernur Gorontalo, Mendes PDTT di sambut hangat oleh masyarakat etnis Desa Banuroja.

Mendes PDTT di sambut hangat masyarakat Desa Banuroja (Foto: Bayu Harundja)

Disambut dengan adat dari berbagai etnis yaitu dari etnis Bali, Jawa, Nusa Tenggara serta Gorontalo yang merupakan identitas Desa Banuroja itu sendiri.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Mendes PDTT bersama sang istri serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) disambut dengan tarian adat dari etnis Bali pada acara Deklarasi Forum Masyarakat Cinta Desa (Formapeace).

Penyambutan Mendes PDTT bersama Ibu Menteri (Foto: Bayu Harundja)

Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Mendes PDTT serta jajarannya di bumi Panua, Pohuwato.

“Atas nama pemerintah masyarakat bumi Panua, saya mengucapkan selamat datang di Kabupaten Pohuwato kepada bapak Menteri bersama ibu serta rombongan”, ujar Syarif.

Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga (Foto: Bayu Harundja)

Selain itu Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok menyampaikan bahwa sejak 7 bulan lalu Civitas Akademika UNG telah mendeklarasikan Desa Banuroja sebagai Desa Pancasila.

“Alhamdulillah hari ini Banuroja mendapat kepercayaan apresiasi saya bersama Mendes PDTT bersama kepala BNPT yang sudah memilih Banuroja sebagai tempat Formapeace yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perdamaian Internasional tanggal 21 September”, Ujar Eduart.

Rektor UNG, Eduart Wolok (Foto: Bayu Harundja)

Dan juga Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar, menyampaikan rasa syukur yang luar biasa pada momentum kunjungan kerjanya kali ini di Desa Banuroja.

“Terus terang saya bangga dan terharu, karna apa? Kira-kira beginilah Indonesia yang kita harapkan di masa-masa yang akan datang”, ujar Abdul.

Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar (Foto:Bayu Harundja)

Menurut Abdul, Indonesia yang dia harapkan di masa yang akan datang adalah Indonesia yang damai, Indonesia yang penuh dengan toleransi, Indonesia yang saling menghargai, dan Indonesia yang penuh dengan kemanusiaan yang ditemukan di Desa Banuroja.

“Tugas saya tinggal melanjutkan, bagaimana Desa Banuroja dan desa-desa lain yang seperti ini mendunia, bukan hanya diketahui oleh Indonesia tapi diketahui oleh dunia”, pungkas Abdul. (Ubay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here