Polres Gorontalo Utara Siapkan Personil di Perbatasan Wilayah Gorut Jelang Idhul Fitri 1442 H

86
Polres Gorontalo Utara Mengerahkan Personil Pengamanan di perbatasan Jelang Idhul Fitri

Gorut, MEDGO.ID — Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan arus mudik di sejumlah titik perbatasan yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) jajaran Polres Gorut kerahkan porsonil untuk melakukan pengamanan mudik jelang Idul Fitri 1442 H.

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Kapolres Gorontalo Utara AKBP Dicky Irawan Kesuma SIK M.Si saat mengikuti Rapat koordinasi bersama Pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo Utara, di ruang Tinepo kantor Bupati Gorontalo Utara. Senin (3/05/2021)

BACA JUGA  Pemdes Popalo Salurkan Bantuan Beras PPKM, Vitamin Suplemen Dan Handnitaizer

Seperti yang setelah di ketahui bersama bahwa Pemda Gorut bersama unsur terkait dari jajaran TNI-POLRI telah melakukan pengecekan langsung kesiapan pos-pos pengaman di sejumlah lintas perbatasan yang ada di Gorut dalam beberapa hari yang lalu.

Pihak Polres Gorontalo Utara pun telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pengamanan mudik nanti, dan akan menempatkan sejumlah personilnya di sejumlah wilayah perbatasan serta seluruh Polsek yang ada di Gorut untuk melakukan sterilisasi di semua kenderaan angkutan umum maupun pribadi yang akan melintas wilayah Polsek dan Perbatasan mulai tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Dalam hal ini Polres Gorontalo Utara sebelumnya telah melakukan sosialisasi tentang pelarangan mudik dalam sementara waktu ke semua masyarakat Gorut, dan pengamanan mudik ini pun akan dilakukan secara persuasif, humanis dan terukur.

BACA JUGA  DPMD Gorut Gelar Rapat Evaluasi Tentang Kinerja Perangkat Desa

“Terkait dengan mudik ataupun dilakukan pelarangan, peniadaan mudik pada tanggal 6 sampai 17 Mei itu tetap kita lakukan sosialisasi jauh-jauh hari bukan hanya di perbatasan, di lingkungan kita, tempat tinggal kita juga terus di lakukan sosialisasi. Mulai dari lingkungan keluarga kita, keluarga besar kita, saudara kita, kemudian di lingkungan kerja kita, dan terus di sampaikan kepada masyarakat. Alhamdulillah masyarakat saat ini sebagian besar sudah mengetahui baik dari media cetak, media mainstream, tv Nasional, media Online, dan dari mulut ke mulut sudah tahu, makanya masyarakat sering bertanya pada kita kapan dan tanggal berapa dilarang mudik, ini berarti meraka sudah tahu.” tandas Kapolres

Di katakannya mengenai pelarangan mudik pun telah di kuatkan dengan surat edaran Menhub tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama Idul Fitri 1442 H, yang kemarin telah di keluarkan tentang pelarangan semua moda transportasi pada tanggal 6 sampai 17 Mei dilarang beroperasi.

BACA JUGA  Akibat Pergeseran Anggaran Dana Desa, Pemdes Oluhuta Tunda Pengerjaan Infrastruktur Desa

“Kalau di terminal-terminal sudah sepakat, kemarin dari dinas perhubungan, terminal dilarang beroperasi, jadi tidak ada bus yang melintas tidak ada bus yang beroperasi. Namun yang menjadi permasalahan adalah perjalanan darat, di ketahui perjalanan darat itu bisa menggunakan motor, mobil, atau berjalan kaki, iya modusnya jalan kaki seperti yang terjadi pada tahun lalu, tapi dia menyeberang sebentar lalu sudah di jemput di sana.” imbuh Kapolres.

Dikatakan pula, beberapa cara bertindak yang telah di sepakati bersama Kapolres Gorontalo Utara dan Wabup Gorontalo Utara pada hari Rabu Minggu kemarin melakukan koordinasi di daerah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut). Sebab menurut Kapolres Gorut, daerah paling rawan adalah perbatasan dengan Bolmut, pihak Polres Gorontalo Utara pun langsung membuat 10 skenario cara bertindak yang bisa dilakukan apa bila menemui hal-hal yang lalu menjadi permasalahan.

BACA JUGA  Pemerintah Desa Posso Siapkan 5 Program Desa Berskala Prioritas

Ada pun dari permasalahan tersebut Polres Gorontalo Utara masih memberikan toleransi-toleransi di perbatasan kecamatan, dan itu berlaku hanya untuk di perbatasan saja, yaitu kecamatan Atinggola dan Pinogaluman Sulut, itulah perbatasan yang boleh melintas namun dalam kurun waktu 2 jam.

Sebab menurut Kapolres Gorontalo Utara, bahwa secara adminitrasi mereka beda provinsi, tapi secara sosial mereka adalah satu kampung.

“Keluarga yang ada di Kecamatan Antinggola pun ada di Pinogaluman Sulut, begitupun sebaliknya.
Dalam hubungan sosial mereka tidak dapat di pisahkan tapi dalam hubungan adminitrasi mereka di pisahkan. Itu yang menjadi toleransi, hanya sebatas itu saja, di luar itu tidak bisa di toleransi, dan waktunya hanya 2 jam.” jelas Kapolres

Meskipun telah di berikan toleransi oleh Polres Gorut, protokol kesehatan tetap di berlakukan untuk menghindari penyebaran virus yang lebih besar lagi yang disebabkan kerumunan di pasar saat masyarakat Kecamatan Atinggola maupun masyarakat Pinogaluman Sulut sedang berbelanja. (Inong)

Reporter: Suripno Ar. Onge

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here