Marten Taha : Menurunnya Pendapatan Asli Daerah, Karena Pemkot Memberikan Stimulus Pajak Ke Pengusaha

20

KOTA GORONTALO – Walikota Gorontalo Marten Taha, Mengikuti Rapat DPRD terkait Pemandangan Umum Fraksi serta Tanggapan atau Jawaban Terhadap Nota Keuangan. Senin (14/09)

Dalam rapat pertama tadi Wawali Ryan F.Kono sudah menyampaikan pengantar nota keuangan dalam rangka perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Lanjut dikegiatan kedua terkait menampung semua pemandangan umum fraksi kemudian Walikota berikan jawaban tambahan penjelasan terhadap pengantar nota keuangan tadi.

Marten Taha membeberkan ada beberapa hal yang tentunya menjadi subtansi dari pada pelaksanaan perubahan anggaran ini.

“Yang pertama perubahan APBD T.A 2020 ini memang benar-benar mengalami pergeseran yang sangat signifikan teruma kita melakukan realokasi dan refokusing terhadap APBD tahun 2020 ini sejak bulan marer, april, mei, dan juni kita sudah melakukan realokasi dan refokusing terhadap anggaran dalam mengatasi 3 hal, masalah kesehatan penanganan covid 19 ini, penanganan dampak ekonomi, dan pemberian bantuan jaring penangan sosial kepada masyarakat yang terdampak baik langsung maupun tidak langsung adanya covid,” ungkap Marten.

Lanjutnya juga, dibidang kesehatan tentunya mengalokasikan anggaran untuk pembelian APD, obat-obatan dan alat-alat kesehatan lainnya untuk menunjang penanganan covid 19, dan insentif untuk tenaga-tenaga kesehatan.

Marten juga mengungkapkan, untuk pemberian stimulus kepada pengusaha-pengusaha yang tidak tertagih pemerintah daerah selama tiga bulan.

“Pemberian stimulus dalam rangka untuk penangan dampak ekonomi memberi stimulus kepada pengusaha-pengusaha berupa insentif pajak dan retribusi yang selama kurang lebih 3 bulan kami tidak tagih pajak dan retribusi, sehingga mengakibatkan penurunan pendapatan asli daerah,” ujarnya.

“Pemberian bantuan berupa sembako untuk jaring pengaman sosial, sehingga ini akan merubah anggaran, anggaran yang tadinya dalam APBD itu untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan lainnya maka kita pangkas kita potong akibat dari pada penurunan APBD PAD dan juga dana trasfer yang dipangkas baik itu dana alokasi khusus maupun dana alokasi umum, sehingga dalam perubahan ini kita harus sesuaikan itu sesuai dengan anggaran yang sampai dengan akhir tahun 2020,” tutup Marten.(IH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here