Komitmen Advokasi, Senat FOK Sukses Menjangkau 1200 Orang Melalui Kajian Isu

Gorontalo, Medgo.ID — Senat Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan sukses menggelar Kajian Isu membahas Pengawalan Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan Seksual.

Kajian SENMAFOK sukses menjangkau 1200 orang menjadi partisipan. Live ini disaksikan oleh banyak penonton termasuk mahasiswa baru, dan secara signifikan diikuti secara penuh oleh mahasiswa dan juga beberapa tenaga pendidik. Ini membuktikan tingginya antusiasme seluruh mahasiswa termasuk mahasiswa baru dalam mengikuti dan prihatin terhadap kasus pelecehan seksual yang semakin menjadi-jadi.

Kajian isu Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan Seksual dibuka langsung oleh Ketua Panitia PKKMB SENMAFOK 2022, Heru ismail. Heru menyampaikan apresiasi dan juga pesan kepada mahasiswa baru.

“Saya mengapresiasi adanya live diskursus intensif yang diselenggarakan oleh SENMAFOK melalui bidang Advokasi Hukum dan HAM yang membahas mengenai Kekerasan seksual, hal ini bisa membuka mata bagi seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk bisa peduli, dan berjuang dalam mengawal isu ini.” ujarnya

BACA JUGA  Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Ikut Program KKN

Ditanya mengenai harapan bagi mahasiswa baru, Heru yang juga merupakan Kabid Keorganisasian SENMAFOK menyampaikan bahwa semoga seluruh mahasiswa baru bisa ikut serta mengawal dan antusias dalam diskursus ini.

“Saya berharap semua mahasiswa baru bisa bersatu dalam mengawal setiap isu advokasi, termasuk Kekerasan Seksual ini, sebab ini merupakan langkah nyata dalam pengawalan isu,” tuturnya

Dalam kajiannya, SENMAFOK mengundang Andre Maaruf sebagai pemantik Isu sejak awal Andre telah memantik kenyataan yang terjadi baik fenomena gunung es kekerasan seksual yang menjadi hal tabu di lingkungan Pendidikan, ini kemudian membuka pandangan dari penonton dan juga Narasumber.

Wakil Ketua Senat Mahasiswa FOK Rahma Dwi Astuti Yusuf sebagai Narasumber 1 membawa materi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Kekerasan Seksual dalam perspektif perempuan. Rahma menyampaikan bahwa sebagai wanita harus berani dan jangan pernah takut dalam bersuara dan mengawal isu ini.

“Berbicara mengenai kasus Kekerasan Seksual, perempuan harus menjadi pribadi yang berani dan jangan pernah takut dalam bersuara dan mengawal kekerasan seksual” ucap Rahma.

BACA JUGA  Dinilai Tak Memberi Ruang Gerak, Pengurus FMIPA Tolak SK Rektor Terkait Aturan Ormawa

Selain Rahma, Narasumber 2 yaitu Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia SENMAFOK Hendrawan Dwikarunia Datukramat. Hendrawan menyampaikan peran serta organisasi dan perlunya wadah dalam pengawalan isu pelecehan seksual.

“Organisasi perlu mengambil peran dalam pengawalan, dalam hal ini senat tetap berkomitmen dalam mengawal setiap isu terutama isu Kekerasan seksual. Sangat penting bagi saya perlu adanya wadah yang bisa secara kolektif melakukan pencerahan dan pengawalan isu, sebab banyak pihak dan juga korban yang masih belum berani bersuara dikarenakan belum tau kemana ia akan mengeluh dan berbicara. Senat harus menjadi wadah advokatif,” terangnya

Lebih lanjut, melalui momentum ini, Hendrawan memberikan pesan bahwa SENMAFOK telah mendirikan sebuah platform independen dibawah Senat untuk mengawal setiap isu Hukum dan HAM termasuk Kekerasan Seksual, bernama Perspektif.Ung . Hendrawan menyampaikan dalam pengawalan isu, diperlukan platform independen untuk dapat secara advokatif, edukatif, dan solutif.

BACA JUGA  Jelang Aksi Demo Jilid 2, Masyarakat Dihimbau Tidak Melintas Bundaran Saronde

“Untuk dapat memaksimalkan elaborasi pengawalan isu, kita perlu memaksimalkan adanya platform independen yang bisa secara advokatif, edukatif, solutif dan juga komprehensif mendukung itu. Harapan kami Perspektif.Ung bisa menjadi solusi itu,” pintanya

Ditempat lain, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Rizky Laiya, menyampaikan sambutan antusiasmenya. “Saya mendukung penuh adanya langkah SENMAFOK melalui bidang Advokasi Hukum dan HAM dalam mengawal setiap isu. Melalui Diskursus Kekerasan seksual ini, Senat mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam pengawalan isu.”.

Ditanya mengenai harapan, Rizky berharap Senat terus mengawal isu Hukum dan HAM. “Semoga dengan adanya diskursus intensif dan langkah nyata senat dengan bertemu dengan pihak yang berwenang, bisa secara nyata mengawal dan menolong setiap pihak dalam menyelesaikan isu ini,” tandasnya. (Rls)