Kepala Desa Mootinelo Kwandang, Dedy Kuslin, Lantik Pengurus BUMDes Yang Baru

Untuk lebih mengoptimalkan perekonomian desa, serta peran BUMDes dalam membuka ruang usaha bagi masyarakat desa.

Pemerintah desa (Pemdes) Mootinelo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) mengelar prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pengurus BUMDes yang baru.

BACA JUGA  Pemerintah Desa Alata Karya Kwandang Percepat Pendataan SDGs

Prosesi pelantikan pengurus BUMDes dilaksanakan diruang aula kantor desa Mootinelo, disaksikan langsung oleh Camat Kwandang, Tamrin Monoarfa,-

ketua BPD, tokoh agama, tokoh adat, aparatur desa, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya. Rabu, (5/01/2022).

BACA JUGA  Bulalo Go Desa Cantik dan Cinta Statistik

Mengawali sambutannya, Camat Kwandang, Tamrin Monoarfa, menyampaikan beberapa hal terkait peran penting terhadap pengelolaan BUMDes, sehingganya berdampak signifikan pada pemilihan ekonomi masyarakat desa.

BACA JUGA  Tidaklanjut Hasil Kunjugan, Forkopimda Bonebol Akan Undang Pemilik Tambang

“Tentunya kami memberi apresiasi sangat besar terhadap atas upaya, dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Kades, dan seluruh warga masyarakat dalam rangka untuk menggairahkan perekonomian di desa-

melalui satu lembaga yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha ini satu-satunya memiliki dasar hukum yang telah ditetapkan lewat undang-undang yang kita semua sudah tahu beberapa bulan kemarin-

termasuk BUMDes di dalamnya tentang badan usaha milik desa, milik negara, milik daerah, dan seluruh aktifitas yang terkait dengan kegiatan ini.” ucap Tamrin.

BACA JUGA  Yeti Erlina Tatuil: Pemicu Kekerasan Fisik dan Sikis Itu di Mulai dari Orang-Orang Terdekat

Lanjut Tamrin mengatakan, terkait juga dengan dana desa dimana-mana banyak dikucurkan penyertaan modal lewat BUMDes. bahwa kedepan nanti,-

BUMDes tersebut adalah salah satu usaha atau lembaga ekonomi yang bisa mensponsor seluruh rangkaian kegiatan perekonomian di desa.

BACA JUGA  Desa Langge Kecamatan Anggrek Menggelar Gebyar Vaksinasi Tahap 3
Camat Kwandang, Tamrin Monoarfa, saat memberikan sambutan dan arahannya kepada pengurus BUMDes yang baru. (Foto: Inong)

“Kalau kita berpotret pada daerah kita, karena mungkin dari sisi pengelolaan tidak terlalu profesional, misalnya kegiatan BUMD Tinelo lipu, dan lain sebagainya. Sampai hari ini bisa di katakan hidup enggan mati pun tak mau. Jadi saya berharap BUMDes di Mootinelo tidak seperti itu, insyaa Allah.” ujarnya

BACA JUGA  Pemdes Ilodulunga Kecamatan Anggrek Maksimalkan Posko PPKM Pada Minggu Depan.

Menyentil soal dana desa, dirinya juga tidak bisa memprediksi apakah dana desa itu masih berlanjut, dan bisa bertahan sampai kapan. Lanjutnya lagi, dana desa ini sudah bertahan 6 tahun hingga di tahun 2022 ini.

Ia juga menuturkan, bahwa pergerakan grafik dari dana desa tersebut, pertama dia naik sampai puncak, sekarang mulai menurun. Sehingganya banyak desa-desa dana desanya terpotong.

BACA JUGA  Joni Pasisingi : Pemotongan Dana Operasional Desa LPM Dan Dasa Wisma Terancam Tidak Menerima Insentif Selama Dua Bulan
Camat Kwandang, bersama kepala desa, ketua BPD, pengurus BUMDes, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. (Foto: Inong)

“Kalau tidak salah di desa Molingkapoto saja yang tahun lalu kurang lebih hampir 900 juta, tahun ini kurang lebih 600 juta lebih. Sehingga kita tidak bisa prediksi sampai kapan ini dana desa bertahan.

Kalau nanti dikemudian hari dana desa ini habis, maka tamatlah riwayat seluruh rangkaian kegiatan kita, dan yang pasti bertahan itu adalah BUMDes. Oleh karena itu sangat arif-

dan bijaksana kepala desa memberikan pernyataan modal terhadap BUMDes, dan BUMDesnya bisa bergerak bisa menggairahkan perekonomian di desa.” tuturnya.

BACA JUGA  Pemdes Pontolo Salurkan Bantuan Beras PPKM Kepada Keluarga Penerima Manfaat

Sambung Tamrin mencontohkan seperti pariwisata yang ada di desa Minanga, bahwa desa Minanga itu hasil dari pariwisata tersebut belum bisa bermanfaat bagi Pemerintah daerah.

BACA JUGA  Ridwan Naue Apresiasi Kesuksesan Program Tambatan Perahu Desa Botungobungo

“Di Minanga itu pada saat tempat wisata ini dikelola oleh dinas Pariwisata, ini sama sekali tidak ada manfaat untuk daerah, tidak memberikan sepersen pun kontribusi-

untuk daerah, tetapi begitu dikelola oleh BUMDes maka ini memberikan manfaat, bahkan bisa menyetor puluhan juta setiap tahun ke daerah. Setelah dibagi hasil, gaji karyawan,-

operasional, dan tambahan modal yang ada disitu mereka masih bisa menyetor sisa usaha itu untuk di sisihkan dalam kontribusi pengembangan keuangan daerah.” tandas Tamrin.

BACA JUGA  Sosok Mayat Pria Ditemukan Tengkurap Di Perairan Tihengo Kwandang

Ia pun berharap BUMDes desa Mootinelo bisa seperti pengelolaan BUMDes yang ada di desa Minanga, harus dikelola secara Profesional, jangan sampai hanya besar pasak daripada tiang,-

BACA JUGA  Masyarakat Desa Ilodulunga Apresiasi Pentas Seni Dan Olahraga, KKN Tematik UNG Bersama Karang Taruna

operasionalnya terlalu tinggi lalu berimbas pada sisa usaha dan keuntungannya dibawah. Sehingga lambat laun akan terjadi penyusutan serta modalnya hilang lenyap. (Inong)

Tinggalkan Balasan