Kemenangan Politik Lebih Penting Dari Pada Bahaya Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Pohuwato

91

Oleh: Noldiyanto Huo

(Mahasiswa Ilmu Hukum Dan Kemasyarakatan/ Prodi PPKN, Universitas Negeri Gorontalo)

Kemenangan politik yaitu suatu perolehan suara yang didapat dari masyarakat. Dan itu yang akan mementukan siapa saja partai politik yang akan terpilih. Pasca pemilu, baik bagi mereka yang menang dan kalah.

Masih terdapat segudang permasalahan sosial yang menunggu untuk mereka selesaikan.dan tentunya pemilihan tahun ini berbeda dengan pelaksaan pemilihan dari tahun tahun kemarin karena tahun ini kita hadapkan dengan pandemi virus corona (covid-19)dimana virus ini telah melebar luar dideluruh belahan dunia termasuk di Indonesia.

Covid-19 bukan hanya mempengaruhi aspek kesehatan melainkan menebus pula kehidupn sosial,perekonmian hingga pemerintah (gennaro et.al) organisasi kesehatan dunia (WHO) bahkan telah mengumumkan covid-19 sebagai pendemi global sejak 11 maret 2020.

BACA JUGA  Persepsi Tentang Dilema Pilkada Di Tengah Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Gorontalo

Dengan demikian banyak kegiatan yang di batasi dalam pelaksaan pemilihh tengah pandemi covid -19 saat ini yaitu seperti pelaksanaan kampaye dimana kampanye merupakan suatu bentuk sarana market politik oleh bagi pasangan calon yang akan mendeklarasikan diri mereka untuk maju dalam perhelatan kontestasi demokrasi.

Entah itu baik pilkada ataupun pemilihan anggota legislatif. Seperti yang halnya terjadi pada tanggal 3 agustus 2020 yang lalu jakad dunia maya dan tanah air dihebohkan dengan pelaksnaan kampanye tatap muka yang menimbulkan jumlah kerumuman massa yang banyak ditengah-tengah masa pandemi covid-19.

Pagelaran kampanye ini dihelad oleh salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati kabupaten pohuwato selain tidak patuhi protokol kesehatan covid-19, konser yang mengundang ribuan orang ini di khawatirkan akan menjadi klastere baru penyebaran covid-19.

BACA JUGA  Tahun Pengabdian Akabri 88, Menggelar Bakti Sosial

Warga yang memadati lapangan sangat banyak dan saling berdesakan.tidak ada jaga jarak bahkan ada warga yang tidak memakai masker.

Melalui hasil wawancara saya dengan ketua KPU Kabupaten Pohuwato bapak Rinto Ali beliau mengatakan bahwa “mengenai pelaksaan pengelaran kampanye yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati pada tanggal 03 agustus tersebut pihak KPU tidak menjadi bagian dari pelaksaan kampanye tersebut karena pasangan calon tersebut belum melakukan pendaftaran dan belum tetapkan sebagai pasangan calon.”

Untuk itu agar tidak terjadi lagi pelangggar kampanye seperti kemarin gugus tugas harus menjalin komunikasi dengan KPU terkait dengan peraturan penyelenggraaan kampanye di tengah-tengah pandemi covid-19 pelanggran tersebut agar tidak terulang lagi.

BACA JUGA  Pemkot Tak Pernah Minta bank SulutGo, Tunda Cicilan ASN

Selain itu setiap pasangan calon baik yang sudah di tetapkan maupun yang belum ditetapkan sebagai pasangan calon kepalah daerah dan wakil kepalah daerah harus menyadari bahwa pada pemilihan 2020 ini tidak diperkenankan untuk melakukan kampanye baik berupa konser musik dan kegiatan budaya lainya,setiap pasangan calon harus dengan mutlak memahami hal tersebut.

Jika tetap masih ad pasangan calon yang melanggar peraturan KPU No 13 tahun 2020 maka partai politik yang melangggar peraturantersebut akan dikenakan sanksi sesuai dengan pasal 88 C ayat 2 peraturan KPU No 13 tahun 2020.

Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan IHK, UNG.

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here