Keluh Maryam Latif : Tetangga Saya yang Mampu Justru Dapat Bantuan, Sementara Saya Dilewati

104
Maryam Latif janda 15 tahun warga Kelurahan Ipilo Kota Gorontalo, yang mengaku belum pernah mendapatkan bantuan selama PSBB Gorontalo

KOTA GORONTALO – Ditengah hiruk-pikuk penyaluran bantuan terkait dampak Covid-19, Maryam Latief, seorang Janda, Warga RT 01/RW 02, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, tak pernah sedikit pun menikmati sentuhan bantuan dari pemerintah tersebut.

Lima belas tahun menjadi single parent, Maryam, sekuat tenaga bekerja sebagai binatu atau tukang cuci, bahkan hingga kini menggeluti profesi sebagai Asisten Rumah Tangga.

“Ini saya lakukan untuk merawat dan menghidupi ketiga anak saya. Lina belas tahun saya terpisah dari suami saya. Jadi saya yang membiayai ketiga anak saya,” keluh Maryam dengan nada lirih kepada Wartawan, Senin (18/05) Siang tadi.

Lihat juga : Boalemo Zona Hijau Covid-19. Darwis Moridu Minta Kelonggaran Dalam Penerapan PSBB Gorontalo Tahap II

Maryam mengakui, selama ini dirinya tidak pernah didata oleh pihak RT dan RW atau bahkan pihak Kelurahan Ipilo.

Dirinya merasa dianak-tirikan dianak-tirikan oleh pemerintah dalam pemberian bantuan, khususnya bantuan untuk warga terdampak Covid-19.

“Saya lihat tetangga-tetangga saya yang mampu justru dapat bantuan, sementara saya dilewati,” keluhnya.

Tampak dari guratan wajahnya, dia adalah sosok yang keras dan ulet. Di usianya yang sudah menginjak 50 Tahun tanpa pendamping merawat dan membesarkan anak-anak, seperti tiada beban.

Lihat juga : Pemudik Asal Manado Ricuh, Karena Mereka Berusaha Menerobos perbatasan Gorontalo – Sulut

Namun dari raut mukanya, tampak wajah kusam seolah terbalut perih mendalam. Pergi pagi, pulang dari rumah petang bahkan malam hanya untuk memberi makan ketiga anaknya.

“Alhamdulillah, dari tiga anak saya, dua dari mereka sudah berkeluarga,” ujarnya.

Meski dalam hidup yang sudah dan payah, namun Maryam tetap menginginkan anaknya menjadi berpendidikan tinggi.

“Satu satunya anak saya yang belum berkeluarga sekarang sementara mengikuti akhir kuliahnya,” kata Maryam.

Lihat juga : Tak Harus Menunggu Tajir, seperti  Koptu Ishak yang Mau Berbagi dengan Warga Kurang Mampu

Ditanya soal biaya kuliah anaknya, Maryam mengucap rasa syukur yang mendalam, karena senantiasa diberi kemudahan meskipun hanya sebagai pembantu rumah tangga.

“Ada-ada saja kemudahan yang Allah berikan. Alhamdulillah, anak saya yang kuliah itu juga diberi kesempatan untuk menjadi guru ngaji di rumah tempat saya bekerja. Dan sedikitnya bisa membantu saya membiayai kuliahnya,” ucapnya.## (Hans)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here