Kalau Tidak Menguntungkan Bagi Petani, Aleg Bonebol Minta Brand Kopi Pinogu Ditarik

Anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, Usman Hulopi. (Foto: IH)

BONEBOL, MEDGO.ID — Kecamatan Pinogu merupakan kawasan sangat kaya akan komunitas pertanian, dengan memiliki kopi organik yang menjadi brand unggulan dari Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Salah satunya Kopi Pinogu, dengan belokasi perkebunan yang begitu terisolir dari dunia luar, kopi tersebut belum pernah tersentuh dengan zat-zat kimia, seperti pestisida, herbisida maupun pupuk kimia.

Sehingga kopi ini mempunyai keunggulan tersendiri jika dibandingkan dengan kopi-kopi dari daerah-daerah lain. Namun, sampai saat ini kopi itu belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan langsung bagi para petani kopinya.

Kepada awak media, Anggota DPRD Bone Bolango, Usman Hulopi mengakui bahwa walaupun kopi itu laris dipasaran, tapi untuk mengangkat kesejahteraan para petani aslinya belum sepenuhnya dirasakan.

BACA JUGA  Thariq Modanggu Apresiasi Lomba Kebersihan Antar Dusun Desa Posso Kecamatan Kwandang

“Kopi pinogu itu saya tahu sekali bentuknya, bahkan sampai para petani saya tahu semuanya, tapi kenapa sampai saat ini mereka belum sejahtera? Untuk itu, kalau belum menguntungkan bagi para petani, maka di tarik saja brand dari kopi Pinogu itu,”tegas Usman

Menurut Usman, salah satu membuat para petani tersebut belum sejahtera adalah karena adanya pemasok dari kopi itu yang lebih menguntungkan dari pada petani aslinya.

BACA JUGA  Melalui MUSDes, BUMDes Karya Bersama Desa Mootinelo, Prioritaskan Kepentingan Masyarakat

“Ini sudah tidak rasional lagi buat saya, kapan petani bisa berhasil kalau begini modelnya, cuma kelompok yang membeli kopi ini yang jadi kaya raya,”

“Karena dibeli oleh kelompok harga kopi Rp. 18 ribu sedangkan setelah transaksi dalam 1 kilo itu bisa jadi 5 bungkus dan dijual kembali perbungkus Rp. 20 ribu, sungguh tidak sesuaikan. Baru kapan petani ini bisa berkembang?,”terang Usman

Akibat dengan kondisi itu, kata Usman membuka cela pihak lainnya untuk memanfaatkan kesempatan dengan memasok kopi lain, tapi memakai brand dari kopi Pinogu.

BACA JUGA  Camat Anggrek Rampungkan Kunjungannya Di 15 Desa Kecamatan Anggrek

“Akhirnya jadi kesempatan Kopi dari lain, mereka brand Kopi Pinogu, tapi itu bukan dari Pinogu, kopi pinogu itu saya tahu sekali bentuknya, saya ke Pinogu itu bukan cuma melihat pemukiman pemukiman rakyat saja,”tandasnya

Untuk itu, Ia berharap pemerintah daerah dapat mensosialisasikan agar tidak terjadinya hal-hal yang seperti itu lagi

“Semestinya harus ada program dari Dinas Perkebunan dan Pertanian untuk penanaman sejuta kopi di pinogu. Ini upaya, supaya tidak terjadi kepunahan. Sudah cukup petani merasakan pahitnya, saya sebagai wakil rakyat meminta ini harus segera ditindaklanjuti,”pungkasnya. (IH)

Tinggalkan Balasan