Kades Ibarat Mediasi Dan Klarifikasi Aduan Masyarakat Terkait Kontruksi Jembatan Dusun Lilodaa

Gorut MEDGO.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara,(Gorut) terus berupaya memaksimalkan program pembangunan desa, melalui program berkelanjutan sebagai progres pembangunan infrastruktur desa, terutama pembangunan jembatan-

yang ada di desa Ibarat, dusun Lilodaa, Kecamatan Anggrek. Pembangunan jembatan tersebut diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, maupun Pemerintah desa Ibarat, bisa menopang laju pertumbuhan perekonomian masyarakat desa-

BACA JUGA  Pemdes Hiyalo Oyile Kecamatan Anggrek Salurkan BLT Dana Desa Tahap 9 Kepada 19 KPM

melalui akses jembatan yang sementara dibangun sebagai penunjang aktifitas masyarakat desa Ibarat, yang memiliki potensi lahan pertanian yang cukup signifikan.

Namun sayangnya pembangunan jembatan itu diprotes warga dusun Lilodaa, dikarenakan kontruksi dari jembatan tersebut di khawatirkan warga ketika terjadi intensitas hujan cukup tinggi akan terjadi-

BACA JUGA  Ramli Lamusu Kakilo Imbau Warga, Manfaatkan  BLT  Ke Hal Yang Bermanfaat

penyumbatan dan bisa mengakibatkan banjir.
Terkait dengan aduan atau pun laporan masyarakat dusun Lilodaa, Kades Ibarat, Kustiyanto Olii langsung mengadakan rapat bersama masyarakat dusun guna-

BACA JUGA  Pemdes Ilodulunga Gelar Penyuluhan Hukum, Perlindungan Anak dan Perempuan

memediasi, serta mengklarifikasi tentang pembagunan jembatan yang sementara dibangun oleh Dinas PU, Gorut. Rapat pertemuan dengan dengan warga dusun Lilodaa berlangsung di aula kantor desa Ibarat, Kecamatan Anggrek. Kamis,(5/8/2021).

BACA JUGA  Pemdes Mootinelo Kecamatan Kwandang Salurkan BLT Kepada 42 Keluarga Penerima Manfaat

“Kenapa saya adakan pertemuan dengan masyarakat dusun Lilodaa?jangan sampai ada masyarakat yang bertanya-tanya, terkait dengan laporan masyarakat ini, bahwa ada pekerjaan yang tidak sesuai dengan keinginan-

mereka. Yang melaporkan ke saya tokoh masyarakat yang ada disana, yaitu Sumarno Pemolu, bahwa disana itu menurutnya tidak sesuai dengan kontruksi yang ada, itu menurut beliau.” ucap Kustiyanto.

BACA JUGA  Desa Molingkapoto Selatan Ingatkan Warga Tetap Waspada, Terhadap Intensitas Hujan Semakin Tinggi

Diakui Kustiyanto terkait dengan jembatan tersebut memang tidak sama dengan jembatan yang ada di dusun lain. Tetapi ini karena permintaan masyarakat, Kustiyanto langsung menyampaikan kepada pihak kontraktornya, dan konsultan.

BACA JUGA  Pemdes Hiyalo Oyile Apresiasi Mahasiswa KKN Tematik UNG Ikut Berkontribusi Dalam Program Desa Membangun

“Saya berbincang-bincang, dalam hal ini pak Amir, menyampaikan terkait dengan protes masyarakat, bahwa kira-kira teknisnya seperti apa, sebab menurut masyarakat katanya banjir itu lebih tinggi dari ketinggian jembatan yang akan dibuat nanti, yaitu tiga meter,-

dan ruasnya 3×3, dan memiliki tiga lubang. Sehingga ini yang menjadi dasar utama saya melakukan pertemuan ini.” jelas Kustiyanto, saat memberikan arahan dan solusi dihadapan masyarakat dusun Lilodaa yang hadir.

BACA JUGA  Puskemas Anggrek Terus Genjot Percepatan Capaian Target Vaksinasi

Lanjut Kustiyanto menuturkan terkait hal itu, ada juga dari DPRD Gorut turun langsung mengecek keberadaan jembatan itu, bahkan Kustiyanto sendiri sempat bertanya-tanya entah anggota DPRD itu mendapat informasi darimana terkait dengan jembatan yang menjadi keluhan masyarakat.

BACA JUGA  Camat Kwandang Ajak Masyarakat Membenahi Lingkungan Sambut HUT ke - 76

“Pak Bupati juga ikut turun langsung mengecek, ini orang nomor 1 di daerah ikut turun. Nah tindak lanjut hal ini melalui Dinas PU, Binamarga, yang punya kewenangan disitu, yaitu Kabidnya pak Irfan, saya pun di datangi terkait dengan aksi protes warga, lalu pak Irfan menyampaikan kepada saya, kalau itu sudah sesuai dengan apa yang kami buat.” tutur Kustiyanto.

BACA JUGA  Indra Yasin Serahkan Secara Simbolis Beras Premium Kepada Keluarga Penerima Manfaat

Menanggapi apa yang telah disampaikan oleh pak Irfan kepada Kustiyanto, bahwa menurut masyarakat yang berada di lokasi, jembatan itu tidak sesuai dengan-

kontruksi yang ada, sebab masyarakat lebih mengetahui apa yang dialami oleh masyarakat ketika datang curah hujan tinggi, yang bisa menyebabkan banjir.

BACA JUGA  Desa Molingkapoto Selatan Optimalkan Posko PPKM Untuk Pencegahan Covid-19

Dengan aduan masyarakat dusun Lilodaa, Kades Ibarat mengatakan, bahwa dirinya sebagai kepala desa menghindari presepsi yang bisa menimbulkan kesalahpahaman antara masyarakat dan Pemerintah desa.

BACA JUGA  Pemdes Popalo Salurkan Bantuan Beras PPKM, Vitamin Suplemen Dan Handnitaizer

“Terkait dengan pertemuan dengan masyarakat, jangan sampai ini seolah-olah di anggap hanya dari kepala desa, tetapi memang ini murni dari masyarakat. Sehingga kami klarifikasi langsung lewat rapat.
Dari hasil rapat tadi, dimana setelah di
mediasi, diberikan pandangan, dan arahan terkait dengan program ini,-

BACA JUGA  Lima Penjabat Kades di Botumoito Siap Bersinergi Dan Mensukseskan Pilkades

kami selaku Pemerintah desa, mengimbau, untuk tidak menghambat pelaksanaan pekerjaan ini, dengan harapan agar kiranya masyarakat mendukung apa yang telah menjadi prioritas program pembangunan untuk masyarakat desa itu sendiri.” pungkas Kustiyanto. (Inong)

Reporter: Suripno Ar. Onge

Tinggalkan Balasan