Kabar Buruh Ditengah Pandemi Dan May Day

27

Dunia sedang menghadapi permasalahan yang sangat krusial dengan kehadiran Covid-19 yang telah menyebarluas ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Ditengah pandemi juga kaum buruh akan memperingati Hari Buruh Internasional (MAYDAY) 1 Mei 2021, dan tetap kehidupan kaum buruh masih di dominasi kesenjangan sosial akibat rezim satu persen (Oligarki) masih terus berkuasa.

Dilematis berbagai negara dalam menanggulangi covid-19 membuat pemerintahan bahkan masyarakat merasakan keresahan dan kerugian yang berdampak pada kesehatan maupun perekonomian Global.

“Sehingga, pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut, membuat beberapa perusahaan mengambil langkah untuk mengurangi kerugian akibat Covid-19 lewat merumahkan tenaga kerja bahkan ironis lagi pemutusan hubungan kerja (PHK) telah di lakukan terhadap buruh” ungkap Bendahara FNPBI Kota Gorontalo Nikmal Abdullah.

BACA JUGA  Bupati Gorut Indra Yasin Sambut,  Hangat Kunker Wakil Ketua Komisi lX DPR-RI

Salah satu langkah yang diambil oleh beberapa perusahaan di Indonesia yaitu harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada kaum buruh di perusahaan tersebut karena ada regulasi yang mengatur seperti pada pasal 164 dan pasal 165 dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Bunyi dari pasal 164 ayat 1 yaitu “Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pekerja/buruh karena perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun, atau keadaan memaksa (force majeur).

Sedangkan bunyi pasal 165 UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan yaitu pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja/buruh karena perusahaan pailit, dengan ketentuan pekerja/buruh berhak atas uang pesangon sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4).

BACA JUGA  Plh. Bupati Paparkan Program Unggulan Pariwisata Bonebol Dihadapan Menparekraf RI

Hal penting yang menjadi syarat pemutusan hubungan kerja perusahaan kepada para pekerja yaitu, perusahaan terbilang mengalami penurunan atau kerugian selama 2 tahun. Sedangkan pandemi Covid-19 saat ini belum mencapai atau terbilang 2 tahun.

Kejelasan force majeure yang masih menjadi pertanyaan, memasuki klasifikasi dalam bencana alam atau tidak perlu diperhatikan. Karena alasan force majeure yang dipakai perusahaan untuk memutus hubungan kerja tidak dapat dibenarkan.

Melihat gangguan ekonomi yang massif diakibatkan oleh Covid-19 telah mempengaruhi banyak para pekerja yang kehilangan pekerjaannya harus mendapatkan perlindungan hukum dan kepastian hukum yang jelas.

Oleh karena itu, ketidakjelasan terkait Pemutusan Hubungan Kerja oleh perusahaan di masa pandemi Covid-19, menjadi titik fokus Agar pihak perusahaan tidak sewenang-wenang dalam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja. Karena Amanah Konstitusi pada Pasal 27 Ayat 2 “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”

BACA JUGA  Update Data Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 di Boalemo Minggu 19 April, PP 385 Orang dan PDP 0

Dalam hal ini Disnaker (Dinas Ketenagakerjaan) Kab/Kota, harus melakukan pengawasan yaitu menetapkan atas dasar kontrol terhadap perusahaan, melakukan koreksi pada tiap perusahaan, serta pengawasan bersifat mendidik dan dinamis yang dapat menimbulkan kegairahan untuk memperbaiki, mengurangi atau meniadakan penyimpangan untuk mewujudkan tercapainya adil dan makmur bagi seluruh kaum buruh di Indonesia.

Dan jadikan momentum Hari Buruh Internasional (MAYDAY) sebagai kebangkitan bagi kaum buruh di segala penjuru dunia lebih khususnya di Indonesia untuk mewujudkan cita-cita adil dan makmur.

Ayoo kaum buruh di Provinsi Gorontalo “Bersatulah” dan “Bangun Persatuan Nasional” untuk melawan kaum satu persen (Oligarki) yang telah menyebabkan kaum buruh hidup di garis kemiskinan. Selamat Hari Buruh Internasional (MAYDAY) 1 Mei 2021 demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur serta aman sentosa lahir dan batin.

Penulis : Bendahara FNPBI Kota Gorontalo

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here