Hendak Lari ke Sulteng, Pelaku Pencurian HP di Kota Gorontalo Berhasil Diamankan Polisi

Gorontalo, Medgo.id — MIS (25) alias Panjul terduga pelaku Tindak Pidana Pencurian Handphone berhasil diamankan Team Resmob Rajawali Polres Gorontalo Kota dan Resmob Polres Parigi Moutong saat hendak melarikan diri ke wilayah Sulawesi Tengah.

Pemuda yang berdomisili di Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo itu diduga menggasak 18 unit handphone dari sebuah toko, bekas tempatnya bekerja di Kelurahan Wumialo, Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo.

Kapolres Gorontalo Kota AKBP Suka Irawanto, SIK, M,Si saat pelaksanaan press release di depan Mako Polres menjelaskan, Aksi pencurian yang dilakukan MIS alias Panjul terjadi pada 18 Maret 2022 malam.

BACA JUGA  Polres Gorontalo Kota Ungkap Kronologi Penikaman di Eks Terminal 42

Dimana pelaku membawa lari belasan unit handphone dengan cara menipu pemilik toko tempat dirinya bekerja dan menyampaikan bila ada orang yang hendak membeli handphone dalam jumlah banyak secara Cash On Delivery (COD/bayar saat barang diterima).

“Karena percaya dengan apa yang dikatakan oleh pelaku, korban pun langsung menyuruh pelaku untuk mengambil 18 unit handphone dari berbagai merk tersebut kepada salah satu karyawan di toko yang beralamatkan di Kelurahan Wumialo, Kota Tengah,” ujarnya.

BACA JUGA  Polisi Ungkap Kasus Penganiayaan Bocah 5 Tahun di Kota Gorontalo

Lanjut Suka Irawanto, usai mendapatkan handphone dari karyawan tersebut, MIS langsung terbesit untuk membawa lari tas berisi belasan handphone dengan cara menyewa mobil rental yang akan berangkat ke Sulawesi Tengah.

“usai mengambil tas berisi belasan handphone, MIS kabur ke wilayah Sulawesi Tengah. Namun selang sehari setelah kejadian, MIS berhasil dibekuk,” pungkasnya.

BACA JUGA  Meninggalnya Mahasiswa Fakultas MIPA UNG, Dimata Dosen: Anak Santun dan Baik

Dari kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp.174.100.000 (seratus tujuh puluh empat juta seratus ribu rupiah) dan adapun modus dari pelaku melakukan aksinya tersebut untuk di jual dan hasil penjualan untuk biaya pernikahan.

“Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan Pasal 363 ayat 1 sub 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman 7 tahun,”tutup Kapolres.

Tinggalkan Balasan