GPEK Provinsi Gorontalo Sebut Porang Solusi Membangun Ekonomi Masyarakat Dimasa Pandemi

471

LIMBOTO, MEDGO.ID – Mendengar jenis tanaman umbi-umbian dari spesies Amorphophallus muelleri yakni “Porang”, mungkin masih terdengar asing ditelinga kita.

Tapi siapa yang dapat menyangka, tanaman yang dapat diolah menjadi tepung Glucomannan, yang merupakan bahan baku pembuatan Mi “Shirataki” ini sangat prospektif dijadikan ladang bisnis pertanian.

Sebab disamping komoditasnya yang berorientasi untuk di ekspor, kebutuhan pasar yang cukup tinggi pun disinyalir memiliki prospek yang cukup menjanjikan bagi petani, apabila dikembangkan sebagai tambahan penghasilan.

Hal inilah yang menggerakan GPEK (Gabungan Penggiat Ekonomi Kerakyatan) Gorontalo sebagai ormas pemberdayaan masyarakat, untuk mengangkat komoditas Porang yang ada di Provinsi Gorontalo.

Bahkan, untuk bisa memperbanyak ketersediaan bibit varietas asli Porang lokal Gorontalo atau yang lebih dikenal dengan varietas “Go Porange”, GPEK Gorontalo membentuk kelompok-kelompok tani Porang yang tersebar di 5 Kabupaten yang ada di Provinsi Gorontalo.

BACA JUGA  ADD  Desa Oluhuta Kecamatan Atinggola,  Dipastikan  Belum Ada  Pembangunan.  Ini Penyebabnya

Saat diwawancarai, Ketua GPEK Gorontalo melalui Kabid Humas GPEK Gorontalo Abdul Kadir Harun menyampaikan bahwa saat ini tak bisa dipungkiri, Porang memiliki nilai jual yang tinggi. Akan tetapi kendala yang dihadapi dilapangan adalah ketersediaan bibit lokal yang minim.

“Oleh karena itu, langkah yang saat ini GPEK Gorontalo tempuh adalah bagaimana kemudian mampu menyediakan bibit lokal varietas “Go Porange” yang nantinya dibudidayakan oleh para petani Porang itu sendiri. Dan kami menginisiatif untuk solusinya adalah dengan membentuk kelompok-kelompok tani yang tersebar di 5 kabupaten yang berada di Provinsi Gorontalo,” ungkap Abdul Kadir Harun, Kamis (05/08/2021).

BACA JUGA  Rapat Pembahasan Rancangan Awal RPJMD 2021-2026

Dirinya menambahkan, Kelompok Tani Porang binaan GPEK Gorontalo yang sudah terbentuk di 5 Kabupaten yakni Kabupaten Gorontalo tersebar di Kecamatan Bongomeme, Dungaliyo, dan Mootilango. Kabupaten Gorontalo Utara tersebar di Kecamatan Anggrek, Tomilito, dan Gentuma Raya. Kabupaten Boalemo basisnya di Kecamatan Wonosari. Kabupaten Pohuwato tersebar di Taluditi, serta Kabupaten Bonebolango di Tilongkabila dan Tapa.

“GPEK Gorontalo memiliki tugas utama sebagai ormas pemberdayaan masyarakat, karenanya seluruh kelompok tani yang telah dibentuk itu dibimbing dan dibina untuk membangun kemakmuran bersama,” tuturnya.

BACA JUGA  Potensi Wisata Alam Desa Papualangi Menjadi Bogornya Kabupaten Gorontalo Utara

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, kenapa GPEK Gorontalo mengangkat komoditas Porang, karena disamping memiliki ekonomi tinggi dan masuk dipasaran dunia, regulasi Kementrian Pertanian RI pun menetapkan Porang sebagai komoditas tanaman pangan yang baru dan program super prioritas Kementrian Pertanian saat ini adalah Walet dan Porang.

“Porang sangat cocok di Gorontalo yang ditandai adanya basis spesies Porang di Gorontalo yang telah di registrasi sebagai Varietas Lokal Gorontalo yaitu *Go Porange*. Hal inilah yang menjadi semangat kami sebagai ormas untuk membaca peluang membangun ekonomi di masa Pandemi dalam bidang pertanian,” pungkasnya. (AUM).

Reporter/Penulis : AUM

Editor : RH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here