Generasi Milenial Sebagai Agen Of Control Social Pada Pilkada 2020 Di Kabupaten Gorontalo Di Tengah Pandemi Covid-19

59

Oleh: Yulia Prastika Matani

(Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Universitas Negeri Gorontalo)

Pemilihan umum kepala daerah sebentar lagi akan diselenggarakan, generasi millennial yang merupakan pemilih terbanyak pada pilkada tahun ini juga merupakan agen of control sosial.

Pada pelaksanaan pilkada serentak yang akan diselenggarakan nanti adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh para kaum elit poltik, masyarakat dan generasi milenial yang ada dalam wilayah tersebut.

Karena pada pilkada nanti ada banyak hal baru yang akan di temukan di lapangan, tentu hal ini akan sangat dinikmati oleh para generasi milenial yang akan menjadi sasaran empuk oleh tim sukses daripada pasangan calon kepala daerah.

Seperti halnya yang sering terjadi pada pilkada-pilkada sebelumnya bahwa generasi milenial seringkali terjerumus pada proses politik yang tidak sesuai dengan aturan pilkada seperti Money Politik dan hal-hal lain yang dapat menggiring mereka pada pengalaman politik yang tidak baik.

BACA JUGA  Menelaah Urgensi Pilkada Banggai 2021-2025 Untuk Masa Depan Desa Jayabakti

Dengan melihat situasi dan kondisi negara Indonesia saat ini, ada banyak persoalan yang menjadi suatu hambatan dalam pelaksanaan pilkada serentak.

Persoalan covid-19 yang tak kunjung usai dan ditambah lagi dengan persoalan-persoalan lain yang memang dapat mempengaruhi pelaksanaan pilkada nanti. Generasi milenial saat ini banyak dijadikan objek empuk. Sehingga, generasi milenial haruslah mampu mengambil peran penting dalam politik.

Seperti halnya di kabupaten gorontalo, dalam kontestasi pilkada serentak nanti generasi millennial harus cerdas dalam mengambil langkah politik guna mewujudkan kepemimpinan kepala daerah yang sesuai cita-cita rakyat itu sendiri.

BACA JUGA  Menghadiri Acara Syukuran Irwan Hunawa, Ketua Dekot Gorontalo Memberikan Sumbangan Satu Lagu

Adapun peran yang harus dimainkan oleh generasi milenial sebagai agen of control social pada pilkada nanti adalah: Menjadi garda terdepan dalam menangkal berita-berita bohong dari sosial maupun media lainnya, Mensosialisasikan konten-konten positif dan mendidik kepada masyarakat, Menjadi agen of sosial control terhadap kebijakan-kebijakan dalam pemilu, Mensosialisasikan pada masyarakat betapa pentingnya demokrasi politik dan bahayanya money politik,Mengajak masyarakat untuk bersama-sama menolak dan bahkan melaporkan jika ada pasangan calon yang berusaha melakukan money politik,Bekerja sama dengan pihak yang berwenang dalam menangani pelanggaran pada pilkada, Meningkatkan kepedulian serta kerjasama antar masyarakat dalam menghentikan money politik.

BACA JUGA  Sistem Perpajakan Di Indonesia

Beberapa poin tentang peran generasi milenial diatas merupakan representasi dari beberapa peran lainnya yang memang harus di lakukan mereka.

Peran generasi milenial saat ini sangat diperhitungkan pada kontestasi pilkada diberbagai daerah. Karena mereka sebagai penentu arah dan tujuan demokrasi baik di tingkat daerah maupun nasional.

Hal tersebut di dukung dengan alasan karena mahirnya generasi milenial terhadap perkembangan teknologi di masa sekarang.

Dengan begitu kaum milenial akan memegang kendali dalam dunia politik, bersikap aktif serta mengkritisi apapun yang menjadi kebijakan pemerintah. Hal ini akan mendorong terciptanya pemimpin yang baik dan mampu membawa perubahan.**

Penulis Merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, UNG.

6 KOMENTAR

  1. Generasi milenial harus sadar akan hal ini, sadar akan tanggung jawab yang ada pada diri masing masing.
    Tingkatkan tulisan tulisan opini seperti ini👍👍

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here