Gelar Penyuluhan Hukum, Dorong Masyarakat Desa Tolongio, Untuk Sadar Akan Hukum

Gorut MEDGO.ID – Dalam upaya mendorong masyarakat untuk lebih taat dan sadar akan hukum, Pemerintah desa (Pemdes) Tolongio, Kecamatan Anggrek, menggelar penyuluhan hukum.

Kegiatan penyuluhan hukum ini membahas tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, inilah yang menjadi perhatian Pemerintah desa Tolongio, agar masyarakat bisa-

BACA JUGA  Camat Kwandang Ajak Seluruh Kades Dan Aparaturnya Tetap Jaga Sinergitas Membangun Desa

memahami dan mengetahui tentang pelanggaran hukum terlebih terhadap tindak kekerasan perempuan dan anak.
Karena mengingat jumlah kasus tindak kekerasan dalam rumah-

tangga di Gorut terbilang cukup tinggi, susuai data yang diterima dari Pemberdayaan Perempuan dan Anak, (P2TP2A) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut).

BACA JUGA  Pentingnya Peran Pendamping Desa untuk Sektor Pembangunan

Kegiatan penyuluhan hukum ini dilaksanakan di ruang aula kantor desa Tolongio, dan diikuti oleh peserta dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, BPD, Tim ahli, aparatur desa, dan unsur masyarakat lainya.

BACA JUGA  Oscar Noho: Kami Targetkan Capaian Vaksinasi di Atas 90% Untuk Desa Hialo Oyile

Dalam hal ini Pemdes Tolongio ikut menghadirkan para pemateri dari Polres Gorontalo Utara, Inspektorat Gorut, DPMDes,Tim ahli, Camat Anggrek, dan Kejaksaan negeri (Kejari) Gorut. Kamis,(30/12/2021).

BACA JUGA  Desa Helumo Kecipratan Bantuan Bibit Jagung Dari Dinas Pertanian Gorut

Jaksa Pratama, Kresna, SH MA, (Kejari Gorut), menjelaskan dari beberapa perkara yang telah ditanganinya yaitu kasus KDRT ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya tindak kekerasan yang melawan hukum.

BACA JUGA  Zaenab Bagtayan: Salut Kinerja Suluruh Kades Kecamatan Kwandang Jauh dari Penyalahgunaan Dana Desa

“Misalnya karena faktor keluarga, faktor keluarga ini memang biasanya sering terjadi, sehingganya orang itu diluar kontrol. Faktor lingkungan juga bisa terjadi, misalkan karena kita bergaul dengan orang-orang yang salah akhirnya terbentur lah mindset ini kita juga ikut serta dalam suatu perbuatan melawan hukum.” ucap Kresna.

BACA JUGA  Komandan Danlanal Gorontalo Pisah Sambut Bersama Bupati Gorut Indra Yasin

Lanjut Kresna, mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga, subjek nya adalah orang yang berada didalam naungan rumah tangga, yaitu suami,-

istri, anak, kedua orang tua suami istri itu misalkan yang ikut tinggal didalam rumah itu ataupun juga asisten rumah tangga.

BACA JUGA  Satu Rumah Warga Desa Botungobungo Nyaris Terbakar Diduga Regulator Kompor Gas Longgar

“Kekerasan dalam rumah tangga ini adalah tujuannya melindungi kaum perempuan. Kekerasan yang diatur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2004 ini yaitu perbuatan yang menimbulkan kesengsaraan,-

sehingga menyebabkan orang itu cacat, gangguan psikis dan sebagainya. Saya seperti yang telah disampaikan di atas, menaruh perhatian kepada-

perempuan karena memang mereka itu harus benar-benar dilindungi, nah kenapa dilindungi? karena mereka itu berada di posisi yang lemah.” ujarnya.

BACA JUGA  DPMD Gorut Kunjungi 3 Desa di Kecamatan Kwandang Beri Materi  Penyuluhan Hukum

Didalam masa pandemi, sambung Krisna mengatakan, karena mungkin banyak orang di PHK, dan sebagainya. Angka kriminalitas itu mulai naik, sehingga harus dilindungi, dan harus di cegah.

Terkait apa yang di sampaikan oleh pemateri dari Kejari, adalah sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat tentang hukum agar masyarakat itu sendiri benar-benar sadar akan hukum.

BACA JUGA  Hanya Berselang Dua Jam di Guyur Hujan, 2 Desa Sekaligus Terendam Banjir

“Dengan penyuluhan hukum ini kita mencoba untuk lebih mendekat ke masyarakat, merubah paradigma yang selama ini mungkin takut dengan kejaksaan, kita bisa menyampaikan bahwa dengan kehadiran kami bisa membuat hukum itu menyenangkan,-

BACA JUGA  Kesiapan Posko PPKM Desa Titidu Masih Menunggu Anggaran Dana Desa Tahap 2

dan kami hadir dengan menyampaikan materi terkait hukum, sehingga masyarakat tahu terkait aturan hukum yang berlaku, dengan masyarakat mengenali hukum dan bisa menjauhi hukuman.” pungkas Kresna. (Inong).

Tinggalkan Balasan