Gegara Jari Gatal, Akun FB Ini Dilaporkan Penghinaan Melalui Medsos

Untuk itu berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku khusunya UU ITE Pasal 27 ayat 3, "Setiap orang dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan, dan atau dapat diaksesnya informasi elektronik yg memiliki muatan penghinaan

Gorontalo, MEDGO.ID — Serumit apapun hubungan kita dengan orang lain, jangan sampai jari tangan gatal melakukan hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Seperti yang dilakukan salah satu akun FB atas nama Djefri Kukuja, yang memuat atau memposting / menyebarkan foto dan caption (tulisan) mengandung unsur perbuatan penghinaan bagi Yunus Baigi alias Yudin Jo.

Atas postingan tersebut didampingi pengacara Abdul Azis SH melaporkan ke Polda Gorontalo,pada Senin (30/05/2022) atas pebuatan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Pengacara yang biasa disapa Sindu ini tak mau berkomentar banyak terkait hubungan hukum perdata soal pekerjaan, berapa jumlah sisa uang dan apakah volume pekerjaan sudah sesuai dengan yang dibicarakan awal sesuai kontrak.

Olehnya kata Sindu lagi, kliennya Yudin sangat dirugikan dengan postingan tersebut. Pemilik akun FB tersebut tak memiliki hubungan langsung dengan pelapor.

BACA JUGA  Turnamen Game Online Di Bubarkan Pihak Kepolisan, Karena Melanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Dan yang perlu dicatat bahwa pembayaran sudah pernah dilakukan hanya memang ada kendala teknis terkait hitungan volume pekerjaan yang masih belum selesai dikerjakan oleh rekanan aspal, salah satu rekanan yang tak perlu disebutkan.

Kami yakin ada otak dibalik postingan ini, untuk itu tugas penyidik nanti yang akan mengungkapnya.

“Terlapor telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui postingan di fb sehingga pelapor (korban) merasa malu namanya di cemarkan,” kata Sindu.

Lanjut Sindu, untuk itu berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku khusunya UU ITE Pasal 27 ayat 3, “Setiap orang dengan sengaja tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan, dan atau dapat diaksesnya informasi elektronik yg memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik dapat dipidana paling lama 4 tahun.

BACA JUGA  Polda Gorontalo Lakukan Penebalan PAM Ibadah Misa 2021

Pasalnya, Djefri menulis dalam akun pribadinya, bahwa Yudin terkesan belum membayar sejumlah uang, yang selama 4 bulan belum dibayarkan.

Bahkan tak tanggung-tanggung bahwa selama empat bulan ia mencari kemana – mana tak jua menemukan Yudin seperti dalam postingan tersebut.

Postingan Akun FB Djefri Kukuja yang disebarkan sebanyak 4 kali ke group FG yang jumlah anggotanya mencapai ribuan akun (Foto Capture )

“Pak bos Yudin yang terhormat bayar Jo Torang Pe suar lalah pengapalan di Ulapato 17 juta,” tulis Djefri, diperkirakan pada Minggu (27/05/2022).

Dalam postingan itu sepintas bahwa Yudin memberikan pekerjaan pengaspalan kepada pemilik akun FB Djefri Kukuja, dan Yudin tak membayar uang tersebut kepadanya dengan nilai tujuh belas juta.

“So cukup ba tunggu 4 bulan,” tulisnya lagi.

Selain menulis caption seperti di atas, Djefri juga lebih memperjelas dengan menulis nama pelapor, “Yudin Baiki, nama FB (Yudin Jo),” tulisnya.

BACA JUGA  Tumpas Habis Miras Di Gorontalo, Tim Ilato Lakukan Patroli Cipta Kamtibmas

Saat dikonfirmasi kepada terlapor Djefri pada Senin (30/ 05/2022) dirinya tak menyangkal terkait postingan tersebut. Namun ia mengaku ia hanya pekerja untuk mengaspal pekerjaan Yudin melalui orangtuanya.

Djefri lebih memperjelas bahwa selama lebih 4 bulan mencari Yudin tak ketemu bersama Hartono. Saat ditanya kepadanya, apakah ia berhubungan langsung dengan Yudin dalam pekerjaan tersebut, jawabnya tidak, melainkan orang tuanya, ia hanya bekerja dan menuntut upah.

Pesan untuk semua pengguna medsos !, Selesaikan persoalan kita dengan kepala dingin dan tak emosional, yang dapat merugikan pihak lain. Dan langkah terbaik dalam bermedia sosial harus memiliki etika, agar tak ada pihak lain yang merasa dirugikan. Bila ada pembicaraan / hubungan kerja silahkan ditempuh melalui cara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(MDG)