FSPMI Gorontalo Kawal PUK Maqna Hotel Terkait Tuntutan Permasalahan Ketenagakerjaan

30
DPW FSPMI Gorontalo Bersama PUK Hotel Maqna (Foto: Bayu Harundja)

GORONTALO– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Gorontalo mengawal Pimpinan Unit Kerja (PUK) Hotel Maqna yang melaporkan beberapa tuntutan di Dinas Penanaman Modal ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, pada Senin (21/09/2020).

Tuntutan yang di laporkan PUK Hotel Maqna antara lain adalah terkait permasalahan ketenagakerjaan dalam hal ini pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen yang menurut Sekretaris PUK Hotel Maqna, Taufik Lahay, pemotongan gaji pokok yang di lakukan perusahaan tidak sesuai realita dengan menggunakan alasan pandemi atau dalam hal ini hotel sepi.

“Jadi kita terima hanya 60 persen dengan alasan pandemi (hotel sepi) padahal tidak seperti itu, keadaan sekarang justru terbalik, hotel sudah ramai”, ujar Taufik.

Sekretaris PUK Hotel Maqna, Taufik Lahay (Foto: Bayu Harundja)

Taufik juga menyampaikan selain tuntutan pemotongan gaji pokok, tuntutan lain yang mereka layangkan adalah terkait L&B (Lost and Breakage) atau dana yang di potong langsung dari service charge sebanyak 5 persen yang pembagiannya tidak lazim menurutnya.

“Ada perubahan Permenaker di tahun 1999 dan perubahannya di tahun 2016 itu di potong menjadi 3 persen dan sisa 2 persen akan dibagikan kepada semua karyawan, tetapi yang jadi permasalahan disini adalah teman-teman yang sudah resign (yang sudah tidak kerja) akan dibagi dan diberikan, jadi itulah tuntutan kita”, tutur Taufik.

Dan juga Ketua PUK Hotel Maqna, Alfredo Aprilius, juga angkat bicara. Alfredo menuturkan bahwa mereka membawa bukti-bukti intimidasi yang di lakukan perusahaan.

“Beberapa anggota teman-teman kita juga di intimidasi, ada juga beberapa bukti yang kita bawa. Kita tidak akan mengadu kalau tidak ada bukti, selama kita masih ada bukti ngapain kita ada pengawas dan kita tidak akan lapor”, ujar Alfredo.

Ketua PUK Hotel Maqna, Alfredo Aprilius (Foto: Bayu Harundja)

Terkait tuntutan yang dilaporkan PUK Hotel Maqna, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas PM-ESDM Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Yodi Panto Biludi, menyampaikan akan memproses aduan yang di terima dari PUK Hotel Maqna.

“Ini ada beberapa aduan yang disampaikan oleh pengurus PUK yang terutama tentang syarat sah pemotongan upah kemudian juga ada beberapa dugaan intimidasi dalam kebebasan berserikat dan hal-hal lain yang norma ketenagakerjaan yang di duga dilanggar oleh perusahaan, kita akan lakukan proses pengawasannya secepat mungkin dan se paripurna mungkin”, ujar Yodi.

PPNS Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas PM-ESDM Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Yodi Panto Biludi (Foto: Bayu Harundja)

Dan juga Ketua DPW FSPMI Gorontalo, Meyske Abdullah, menyampaikan alasan FSPMI mengawal dan mendampingi PUK Hotel Maqna.

Menurutnya banyak permasalahan ketenagakerjaan yang melanggar hak-hak karyawan Hotel Maqna yang dalam hal ini juga merupakan anggota FSPMI Gorontalo.

Ketua DPW FSPMI Gorontalo, Meyske Abdullah (Foto: Bayu Harundja)

“Sudah banyak permasalahan yang melanggar hak-hak karyawan disitu yang juga adalah anggota serikat pekerja dan merupakan anggota kami olehnya kamikami dari DPW sama-sama mengawal”, pungkas Meyske. (Ubay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here