Forum Anak Lahilote Peringati Hari Anak Nasional dengan Sederhana

67

GORONTALO — Memperingati Hari Anak Nasional, Komunitas Sahabat Pulau Gorontalo bersama Komunitas Sampul Belakang dan Forum Anak Lahilote menggelar kegiatan kolaborasi, bersama anak-anak di kelurahan Tanjung Kramat, kecamatan Hulonthalangi, kota Gorontalo, pada Senin (27/07).

Dalam kegiatan tersebut, mereka mengisi waktu bersama anak-anak kelurahan Tanjung Kramat dengan bermain games, mendengarkan dongeng, membuka lapak baca, mengajarkan cara cuci tangan, serta memberikan souvenir berupa masker dan alat tulis menulis. Kegiatan tersebut di hadiri sekitar 25 anak dari kalangan usia sekitar 3 sampai 12 tahun.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tetap menggunakan protokol kesehatan dengan menghimbau anak-anak untuk mencuci tangan dan memakai masker selama kegiatan. Selain menerapkan protokol kesehatan, kegiatan tersebut juga menghimbau anak-anak untuk tetap jaga jarak ketika bermain. Meskipun terhalang oleh penerapan protokol kesehatan, terlihat di lapangan anak-anak merasa bahagia dan ceria seperti biasanya.

Kegiatan pertama di isi dengan menghimbau anak-anak untuk cuci tangan. Sebuah wadah air serta sapu tangan di sediakan untuk kegiatan pertama yaitu cuci tangan. Selain itu anak-anak juga di ajarkan cara cuci tangan dengan baik menggunakan materi senam cuci tangan.

Setelah itu kegiatan kedua di isi dengan mendongeng yang di isi langsung oleh ketua Sahabat Pulau Gorontalo, Suaib Bolota. Dongeng yang berjudul “Sampah Raksasa di Kerajaan Lolontar” menjadi dongeng pengisi pada kegiatan tersebut. Terlihat anak-anak antusias dengan serius mendengarkan dongeng yang di bawakan.

Setelah itu kegiatan kedua di isi dengan mendongeng yang di isi langsung oleh ketua Sahabat Pulau Gorontalo, Suaib Bolota. Dongeng yang berjudul “Sampah Raksasa di Kerajaan Lolontar” menjadi dongeng pengisi pada kegiatan tersebut. Terlihat anak-anak antusias dengan serius mendengarkan dongeng yang di bawakan.

Kegiatan selanjutnya di isi dengan bermain games, sekitar 25 anak-anak turut ikut bermain games bersama pihak penyelenggara. Kegiatan games di isi dengan sebuah games yang bernama “SOS”, games yang bertujuan untuk melatih kekompakan anak dalam mengatur strategi dan melatih kecepatan berpikir.

Setelah bermain games, kegiatan di tutup dengan pembagian souvenir kepada anak-anak yang terlibat dalam kegiatan. Souvenir berupa alat tulis menulis dan beberapa snack di bagikan kepada 25 anak-anak. Sebelumnya juga penyelenggara telah membagikan masker yang di telah di jahit khusus untuk anak-anak agar mereka tetap menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

Kegiatan pun selesai pada pukul 18:00 Waktu Indonesia Tengah (Wita). Kegiatan tersebut memiliki kesan bagi anak-anak di kelurahan Tanjung Kramat seiring mereka hanya belajar dari rumah melalui virtual. Hal ini juga merupakan tujuan dari pihak penyelenggara untuk menghilangkan kebosanan ketika masa pandemi dengan berinteraksi bersama mereka melalui kegiatan ini.

Dalam kesempatan wawancara, salah satu anggota Sampul Belakang mengungkapkan kebahagiaannya pertama kali mengikuti kegiatan ini di Tanjung Kramat. “Luar biasa, karena ini juga baru pertama kali untuk saya mewakili Sampul Belakang. Banyak sekali anak-anak yang belum kita sentuh mungkin berada di pelosok seperti ini, yang jarang kita temui. Oleh karena itu Sahabat Pulau sangat bagus programnya, karena pastinya ini akan membantu anak-anak untuk tetap hidup senang, apalagi disaat ini kita di masa pandemi jadi otomatis sekolah juga di tutup makanya anak-anak jarang berkomunikasi di sekolah”, pungkas Sahril Humolungo, anggota Komunitas Sampul Belakang.

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini memiliki kerinduan bagi Komunitas Sahabat Pulau. Karena Komunitas Sahabat Pulau sering membuat program serta kegiatan terkhusus anak-anak di kelurahan Tanjung Kramat. Namun seiring masa pandemi, mereka terhalang selama 4 bulan tidak membuat kegiatan di kelurahan Tanjung Kramat.

Kegiatan tersebut selain melibatkan tiga komunitas sebagai penyelenggara, terlihat juga ada beberapa pemuda yang terlibat sebagai relawan yang tidak tergabung di komunitas lain. Hal itu di ungkapkan oleh Suaib Bolota selaku Ketua Sahabat Pulau Gorontalo, “Kegiatan tadi seperti yang sudah di sampaikan di penutup tadi sukses, di lihat dari partisipasi teman-teman. Saya melihat bahwa masih banyak anak-anak muda yang peduli, yang mau terlibat di kegiatan sosial-sosial seperti ini yang notabene tidak ada iming-iming balas jasa.”(Bayu Harundja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here