FNPBI Gorontalo Ketuk PT. TJT Yang Tidak Memperbolehkan 50 Orang Buruh Kontrak Masuk Kerja

2642

GORONTALO, MEDGO.ID – Ketua Wilayah Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Gorontalo, Wahyu Kiki Palindrung dalam siaran persnya yang di kirimkan ke redaksi, medgo.id, mengetuk keras tindakan perusahaan PT. Tri Jaya Tangguh yang tidak memperbolehkan 50-an orang buruh kontrak, karena alasan tidak masuk kerja pada tanggal 1 Juni 2021 (hari libur nasional juga momentum Kesaktian Pancasila), dan seharusnya tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak mengizinkan mereka masuk pabrik atau bekerja.

Lebih lanjut lagi menurut Palindrung, momentum hari lahirnya Pancasila seharusnya di waknai sebagai semangat kebangsaan dan juga di peringati secara bersama-sama demi menunjukkan rasa nasionalisme, dan justru menunjukan tindakan arogansi yang berlebihan, seharusnya tidak perlu terjadi namun perusahaan mempertontonkan tindakan memberikan sanksi kepada 50-an orang buruh kontrak dengan tidak memperbolehkan masuk di pabrik, Rabu (2/6/2021).

BACA JUGA  Menyoal Nasabah Yang Membludak, BRI Limboto Akan Perketat Protokol Kesehatan

Dimana pimpinan managemen PT. Tri Jaya Tangguh melalui memo yang dikeluarkan jelas-jelas memberikan sanksi kepada buruh/karyawan yang memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2021. Ada sekitar 50-an orang buruh borongan tidak di izinkan masuk kerja dengan alasan bahwa itu merupakan sanksi, karena tidak masuk bekerja pada Tanggal 1 Juni 2021, yaitu tepatnya momentum hari lahirnya Pancasila.

BACA JUGA  3 Resedivis Kasus Pencurian, Diciduk Tim Resmob Polda Gorontalo

Untuk itu, kami dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Provinsi Gorontalo, mendesak pimpinan perusahaan agar mempekerjakan kembali 50-an orang buruh kontrak, mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten serta DPRD Kabupaten Gorontalo, agar dapat menyelesaikan persoalan ini, sebab tindakan perusahan sudah kami anggap sewenang-wenang terhadap kaum buruh dan juga telah melecehkan Pancasila yang seharusnya di peringati secara bersama.

BACA JUGA  KPU Kabgor, Resmi Tetapkan 4 Pasangan Calon Pilkada 2020

Apa lagi tanggal 1 Juni telah di tetapkan sebagai hari libur nasional dan seluruh aktivitas pekerjaan, baik swasta dan ASN itu diliburkan dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila. Bahkan di Undang-Undang sudah jelas bahwa ketika hari libur dan jika ada kesepakatan masuk kerja maka gaji buruh dua kali lipat dari sebelumnya sesuai perundang-undangan yang berlaku dan malah pihak perusahaan memberikan upah yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here