Ditinjau Langsung Rachmad Gobel, Gorontalo Kembali Ekspor Jagung ke Filipina

Gorut, Medgo.ID – Provinsi Gorontalo untuk ketiga kalinya melakukan ekspor jagung sebanyak 6.100 ton ke Filipina. Pelepasan ekspor jagung ini ditinjau langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel bersama Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Kamis (20/10).

Rahmad Gobel dalam sambutannya, menyampaikan pesan kepada pihak perusahaan pengirim agar menyisihkan keuntungan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak karena tanaman jagung. Ia juga meminta agar penggunaan bibit dan pupuk bersubsidi dikurangi melihat dana yang terbatas dan kesulitan pemerintah.

BACA JUGA  Komisi X DPR RI Tampung Aspirasi Pemprov Gorontalo

“Untuk itu saya katakan, sisihkan keuntungannya bangunlah ekosistem yang bisa meningkatkan produktivitas daripada hasil pertanian agar efisiensinya lebih bagus dan semua diuntungkan,” ungkap Rahmad.

Sementara itu, Syukri Botutihe mengapresiasi semangat petani Gorontalo yang konsisten menjaga produksi jagung sehingga berhasil memulihkan pasar ekspor dan mampu meningkatkan harga jual jagung di tingkat petani. Ia berharap mekanisme ekspor jagung ini dapat terus dibuka dan harga jagung tetap terjaga.

BACA JUGA  Gobel Ajak Kader Partai Nasdem untuk Menyamakan Nawaitu Berpolitik

“Sejak ekspor ini dibuka kembali, Alhamdulillah nilai jual ditingkat petani ini meningkat, sekarang tentu kita bersyukur bahwa fasilitasi dan proses ekspor di Gorontalo sudah mulai berjaln dengan baik dan ini tentu merupakan berkah dari petani,” ungkap Syukri.

Provinsi Gorontalo yang merupakan salah satu lumbung komoditas jagung di Indonesia telah menunjukan hasil yang cukup signifikan. Di tahun 2020, trend produksi jagung di Gorontalo sebesar 1,4 juta ton, sedangkan pada tahun 2021 sebesar 1,6 juta ton.

BACA JUGA  Tak Hadir di Pembukaan MTQ, Waka DPRD Pastikan Pj. Gubernur Gorontalo Bakal Hadir di Penutupan

Ketersediaan jagung pada bulan Oktober – Desember diprediksi sebanyak 166.000 ton. Sementara jumlah yang sudah diantarpulaukan sebanyak 420.000 ton. Sementara jumlah yang sudah mengusulkan ekspor sebanyak 23.000 ton. (**)