Demi Kepentingan Masyarakat, Pemkot Gorontalo Percepat Pelaksanaan Pembangunan Daerah

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID — Di akhir tahun 2021 tepat pada tanggal 1 desember, pemerintah kota Gorontalo melalui PT. SMI (Persero) mendapatkan persetujuan perubahan kesatu atas beberapa kegiatan pengganti serta penambahan waktu pelaksanaan.

Kegiatan yang didanai melalui pinjaman daerah ini, Walikota Gorontalo, Marten Taha mengatakan bahwa untuk mewujudkan perbaikan birokrasi itu, pemkot Gorontalo berupaya percepat prioritas pembangunan daerah, demi kepentingan masyarakat kota Gorontalo.

BACA JUGA  Melalui Pertemuan Tiga Pihak, Marten Taha: Harus Bersama Lakukan Harmonisasi Usulan Pembangunan

“Ini sangat strategis dan bertujuan untuk percepatan pelaksanaan program, dengan kegiatan prioritas yang ada dalam dokumen pelaksanaan anggaran pada organisasi perangkat daerah,”ujar Marten dalam sambutannya, pada Rapat Koordinasi percepatan pelaksanaan dan penyerapan program infrastruktur TA. 2022, Kamis (13/01) di Grand Q Hotel Gorontalo.

Adapun pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang akan dibiayai melalui pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini diantaranya:
Penataan jalan nani wartabone = Rp.26.910.000.000,-
Pembangunan pusat kuliner kalimadu = Rp.6.971.340.000,-
Optimalisasi sistem penyediaan air minum (SPAM) kota Gorontalo = Rp.107.528.027.458,-
Revitalisasi kawasan pusat perdagangan = Rp.36.886.500.000,-
Peningkatan kapasitas jalan kota Gorontalo = Rp.35.400.826.876,-
Penataan drainase kota Gorontalo = Rp.6.729.581.632,-
Pengembangan rumah sakit aloei saboe = rp.24.160.998.623,-

BACA JUGA  Gelar Vaksinasi Malam Hari, Polres Gorontalo Kota Bersama Pemkot Sasar Pengunjung di Tempat Keramaian

Namun, khusus dana pinjaman daerah untuk PEN itu, kata Marten anggaran tersebut harus terselesaikan di tahun ini, karena jika tidak akan di bebankan di tahun 2023.

BACA JUGA  Seminggu Penertiban Covid-19 di Pasar Tradisional, Kota Gorontalo Sudah Ada Perubahan Signifikan

“Dalam perjanjian pencairan ketiga pada akhir bulan september 2022, karena jika tidak terselesaikan maka akan menjadi beban daerah yang harus dianggarkan pada APBD kota Gorontalo pada tahun berikutnya,”tandasnya. (IH)

Tinggalkan Balasan