Dekot Gorontalo Tanggapi Kebijakan Pembatasan Akses Keluar Masuk Pada Perayaan Tahun Baru

40
Anggota DPRD Kota Gorontalo, Ariston Tilameo saat mengikuti rapat banggar bersama TAPD Kota Gorontalo, Senin (28/12/2020), Foto: Bayu Harundja.

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Setelah diumumkan bahwa perayaan tahun baru ditiadakan melalui Surat Edaran No 200/KesbangPol/XII/1487/2021, Tentang Pelaksanaan Perayaan Serta Libur Natal dan Tahun Baru 2021, hal tersebut ditanggapi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo.

Menurut Anggota DPRD Kota Gorontalo, Ariston Tilameo hal tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo untuk mencegah lahirnya klaster covid-19 pada perayaan tahun baru, karena berhubungan Kota Gorontalo saat ini sudah memasuki zona merah.

BACA JUGA  Reses Dapil 3 Dekot Gorontalo, Terima Banyak Keluhan Dari Lurah

“Itu adalah kebijakan pemerintah kota tentang penanganan kasus covid-19, yang dikhawatirkan karna Kota Gorontalo sudah masuk zona merah, terakhir kami terima informasi tapi nanti kami cek kebenarannya hari ini sudah ada 200 yang terdeteksi,” ujar Ariston saat diwawancarai usai mengikuti Rapat Banggar, Senin (28/12/2020).

BACA JUGA  Wakil Ketua Dekot Rivai Buku : Mempercepat Rapat, Untuk Cegah Tingkat Penularan Covid 19

Kebijakan tersebut menurut Ariston untuk menghindari kerumunan karena pada perayaan tahun baru setiap tahunnya sering diadakan perayaan dan sering terjadi kerumunan.

“Untuk itu kebijakan walikota dalam hal ini Pemerintah Kota, untuk menghindari kerumunan di malam tahun baru, yang kita ketahui karna malam tahun baru ini adalah perpisahan tahun, yang mungkin ada acara dan banyak kerumunan dan itu dihindari, sehingga walikota menutup karna jangan sampai terjadi klaster baru di malam tahun baru,” pungkasnya. (Adv)

BACA JUGA  Menjaga Keberagaman Di Hari Natal, Penjagaan Gereja Tidak Memandang Agama

Penulis: Bayu Harundja

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here