Dapat Bisikan Ghaib Selamatkan Umat, Ujungnya Uang Korban Ratusan Juta Melayang

23
Dapat Bisikan Ghaib Selamatkan Umat, Uang Ratusan Juta Melayang
Pelaku penipuan dengan modus dapat bisikan ghaib untuk selamatkan umat,yang memakan uang korban ratusan juta rupiah (Foto IST)

Gorontalo, MEDGO.ID — Lagi-lagi masyarakat menjadi korban, modusnya ada bisikan ghaib, yang harus ditunaikan, dengan menyerahkan sejumlah uang sebagai tumbal. Agar umat dapat diselamatkan.

Hal ini disampaikan oleh Bid Humas Polda Gorontalo berlangsung kegiatan Konferensi Pers yang dipimpin oleh Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono,SIK , didampingi oleh Kasubdit I Ditreskrimum AKBP Sahrul,SH dan Juru Bahasa Isyarat Saudara Ilyas.

BACA JUGA  5 Pelaku Perampasan Motor Sidomukti, Dibekuk Polisi

Konferensi pers tersebut tentang penanganan perkara dugaan tindak pidana penipuan dengan modus pelaku mengaku mendapatkan bisikan Ghaib untuk mencari dana amanah yang akan dipergunakan untuk penyelamatan umat. Dari keterangan Kabid Humas Wahyu dalam kasus tersebut Ditreskrimum menetapkan 1(satu) orang tersangka ML ( 40) asal Desa Toluwaya Kecamatan Bulango Timur Kabupaten Bone Bolango, da, korban yang sudah teridentifikasi sebanyak 5(lima) orang dengan jumlah dana yang terhimpun sebanyak kurang lebih Rp 896.225.000,-

BACA JUGA  Stadion Bone Bolango Hingga Geopark Kelas Dunia Masuk Daftar Major Projek Bonebol

“ML saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sejak kemarin (24/3/2021) sudah dilakukan penahanan di Rutan Polda Gorontalo,” kata Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, SIK.

Dalam penjelasannya Wahyu mengatakan bahwa pengungkapan kasus penipuan ini berawal adanya laporan dari salah satu korban ES ke Polda Gorontalo pada hari Selasa 23 Maret 2021, dimana korban merasa ditipu oleh UU,AAA dan ML.

“Pada hari yang sama setelah korban ES melapor, anggota Propam Polda menerima informasi adanya dua orang laki-laki yang sering meminta uang kepada beberapa orang diantaranya kepada korban ES dengan alasan untuk memenuhi permintaan dari seseorang yang akan mencairkan dana amanah, dimana kedua orang tersebut meminta pelapor ES untuk bertemu di kompleks lapangan Buladu dan meminta sejumlah uang, dari Informasi tersebut, oleh anggota Propam diikuti dan berhasil mengamankan dua orang UU dan AAA sesaat setelah menerima penyerahan uang dari pelapor ES sebesar Rp 500.000,-,” ungkap Wahyu.

BACA JUGA  Melalui Operasi Keselamatn, Polda Gorontalo Berupaya Tekan Penyebaran Covid

Selanjutnya, “UU dan AAA dibawa ke Ditreskrimum guna diambil keterangan, dari keterangan keduanya diperoleh informasi bahwa mereka disuruh oleh ML yang mereka percayai sebagai orang yang mendapatkan bisikan Ghaib untuk mencairkan dana amanah untuk menyelamatkan umat, selanjutnya Tim Resmob Polda Gorontalo mengamankan tersangka ML disebuah rumah keponakannya yang beralamat di desa Talulobutu Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango,” sambung Wahyu.

Menurut Wahyu, kronologis kejadian penipuan ini dimulai sejak awal tahun 2020 dimana UU dikenalkan oleh S kepada tersangka ML yang dipercaya oleh UU dan S sebagai orang yang mencairkan dana amanah untuk penyelamatan umat. Dalam pertemuan tersebut ML mengajak UU untuk bergabung sebagai jamaah dalam usahanya mencairkan dana amanah yang diterimanya melalui bisikan secara ghaib dalam bentuk symbol.

BACA JUGA  Layanan Digital Non Tunai di Bone Bolango Kian Bervariasi

Symbol tersebut harus dipenuhi dengan cara menyerahkan sejumlah uang sesuai dengan yang diisyaratkan dalam symbol tersebut misalnya simbol 3775 mengandung makna UU selaku jamaah harus menyerahkan uang sebesar Rp 3.775.000 ( tiga juta tujuh ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) kepada ML dengan janji bahwa uang amanah itu akan dicairkan dalam waktu satu sampai dua hari selain uang modal yang diserahkan, juga seluruh hutang akan dilunasi dan diberikan modal usaha.

Untuk memenuhi persyaratan tersebut maka UU secara rutin menyerahkan uang kepada ML sesuai symbol yang diberitahukan kepadanya hingga akhirnya pada sekitar bulan Juli 2020, UU tidak memiliki uang lagi untuk diserahkan kepada ML, maka ML menyuruh UU untuk mencari jamaah yang bisa memberikan uang untuk memenuhi persyaratan pencairan dana amanah tersebut sesuai symbol yang diterima oleh ML. Selanjutnya UU menemui K korban lainnya untuk mengajaknya bergabung dalam jamaah pencairan uang amanah dengan harapan jika K bisa memenuhi persyaratan berupa penyerahan uang ke ML sesuai sengan symbol yang disampaikannya, maka dana akan segera cair. Hal tersebut terus dilakukan ML dengan menyuruh UU untuk mencari orang-orang yang dapat dimasukkan sebagai anggota Jamaah guna menghimpun uang dari mereka.

BACA JUGA  Pembentukan Bone Pesisir, ZPB: Luruskan Niat Rapatkan Barisan dan Terus Bekerja

“Data korban penipuan yang sementara teridentifikasi ada 5 ( lima ) orang yaitu ES dengan kerugian Rp. 320.000.000,-, KT dengan nilai kerugian Rp 181.725.000,- ER dengan nilai kerugian Rp 230.000.000,- UU dengan nilai kerugian Rp 120.000.000,- dan AAA dengan nilai kerugian Rp 17.500.000,- apabila ditotal sejumlah Rp 869.225.000,- ya tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya nanti pihak penyidik yang akan mendalaminya, karena dari 5(lima) korban tersebut saat ini yang membuat laporan polisi baru 2(dua) orang, selanjutnya dari uang yang terhimpun tersebut berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka ML, uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk hura-hura/foya-foya di salah satu tempat karaoke di Bone Bolango,”terang Wahyu.

BACA JUGA  Mudahkan Pelayanan, di Bone Bolango Bayar Parkir Bisa Pakai QRIS

Dalam kasus tersebut, Barang bukti yang disita antara lain uang tunai sejumlah Rp 1.136.000,-, 6 (enam) unit Handphone, “Terhadap tersangka ML dikenakan pasal 378 KUHP dengan sanksi pidana penjara paling lama empat tahun,”tutup Wahyu.(*)

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here