Buntut Dari Aksi Peringati Kemerdekaan West Papua, Polisi Bubarkan Masa Aksi

53
Aliansi yang mengatasnamakan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) menggelar aksi di depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo, Selasa , 01/12/2020 (Foto: Bayu Harundja)

KOTA GORONTALO, MEDGO.ID – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan West Papua yang di peringati tiap tanggal 1 Desember, Aliansi yang mengatasnamakan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) menggelar aksi di depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (01/12/2020).

11 tuntutan aksi menjadi tuntutan utama dalam aksi kali ini, hal tersebut di sampaikan langsung oleh Yulyasa Yustika Soleman selaku Koordinator Lapangan (Korlap).

“Tuntutan kami hari ini adalah tarik militer organik maupun non organik di tanah papua, ada juga pelanggaran HAM, ada juga tuntaskan kasus pembunuhan pendeta Jeremiah yang baru terjadi”, ujar Yulyasa saat di wawancarai pada saat aksi di depan kampus UNG, Selasa (01/12/2020).

BACA JUGA  5 Pelaku Perampasan Motor Sidomukti, Dibekuk Polisi

Di tengah-tengah tuntutan dan orasi yang di sampaikan oleh masa aksi, hal tersebut sempat di peringati oleh aparat kepolisian dengan memberi peringatan agar dapat membubarkan karna aksi tersebut melanggar protokol kesehatan.

BACA JUGA  14 Maret, Keputusan Rapat Pembahasan Anggaran DPRD Bonebol dan Pemda

“Kami himbau untuk rekan-rekan dari Papua bisa membubarkan diri, karena sudah melanggar protokol kesehatan (Kerumunan, red), mohon kerja samanya”, himbau Polisi menggunakan pengeras suara.

Namun hal itu tidak di elakkan oleh masa aksi, masa aksi tetap melanjutkan orasinya dan menjaga jarak agar tetap melanjutkan aksi mereka.

Hal tersebut di tanggapi langsung oleh Kapolres Kota Gorontalo, Desmont Harjendro Agitson Putra, ia langsung memperingati para masa aksi dan sempat diwarnai dengan ketegangan.

BACA JUGA  Polres Gorontalo Amankan Pelaku Pencurian Sapi
Kapolres Kota Gorontalo, Desmont Harjendro Agitson Putra saat menghimbau masa aksi (Foto: Bayu Harundja)

Setelah sempat di warnai dengan ketegangan, akhirnya Kapolres Kota Gorontalo, mengijinkan para masa aksi untuk menyelesaikan orasinya dan segera membubarkan diri karena melanggar protokol kesehatan dan menciptakan kerumunan.

“Kalian selesaikan orasinya terus langsung bubar”, himbau Kapolres kepada masa aksi. (Ubay)

Reporter: Bayu Harundja

Ucapan Selamat Puasa Rektor UNG Dr Eduart Wolok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here