Brigpol Dedy Wartabone Diberhentikan dari Anggota Kepolisian

Kapolda telah mengeluarkan Keputusan Nomor : Kep/79/IV/2022 tanggal 26 April 2022 yang ditandatangani oleh Karo SDM Kombes Pol. Agus Nugroho, SIK.,M.H. tentang pemberhentian tidak dengan hormat

Brigpol Dedy Wartabone Diberhentikan

Gorontalo, MEDGO.ID — lama tak bertugas sebagai anggota kepolisian Polda Gorontalo, Brigpol Dedy Wartabone diberhentikan dengan tidak hormat.

Padahal, disiplin merupakan nafas bagi setiap anggota Polri dan menjadi basic / dasar yang diajarkan sejak mengikuti pendidikan pembentukan anggota Polri.

Melalui disiplin , setiap anggota Polri diajarkan tentang ketaatan terhadap asas, norma, hukum dan peraturan yang berlaku. Sehingga bagi personel Polri yang melanggar berlaku sanksi peraturan disiplin hingga kode etik profesi Polri.

Sebut saja brigadir polisi (Brigpol) Dedy F. Wartabone bintara yang sehari-hari bertugas di Pelayanan Markas ( Yanma ) Polda Gorontalo terpaksa harus diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari dinas kepolisian akibat meninggalkan tugas tanpa ijin yang sah (mangkir) lebih dari 30 ( tiga puluh ) hari secara berturut-turut.

BACA JUGA  Kapolda Brigjen Pol Adnas Meninjau Pos Pengaman PSBB Gorontalo

Hal ini dijelaskan oleh Kapolda Gorontalo melalui Kabid Humas Kombes Pol. Wahyu Tri Cahyono,SIK diruang kerjanya. Rabu (4/5/2022).

“Kapolda telah mengeluarkan Keputusan Nomor : Kep/79/IV/2022 tanggal 26 April 2022 yang ditandatangani oleh Karo SDM Kombes Pol. Agus Nugroho, SIK.,M.H. tentang pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas Polri terhadap Brigpol. Dedy F. Wartabone anggota Yanma Polda Gorontalo karena mangkir atau meninggalkan tugas tanpa ijin yang sah, yang bersangkutan melanggar pasal 7 huruf E Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri atau pasal 14 ayat (1) huruf A Jo Pasal 13 ayat (1) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri,”Terang Wahyu.

BACA JUGA  Cegah Kecelakaan di Malam Hari, Satlantas Polres Gorontalo Utara Lakukan Pengaturan Lalu Lintas

Lanjut kata Wahyu, putusan pemberhentian dengan tidak hormat terhadap Brigpol Dedy tersebut sudah dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri.

“Keputusan PTDH terhadap Brigpol Dedy sudah melalui mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri yakni sidang komisi Kode Etik Profesi Polri dan langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat , karena itu merupakan komitmen bapak Kapolda dalam menegakkan aturan dan penerapan reward serta punishment secara seimbang, selain itu juga merupakan implementasi dari kebijakan Kapolri yakni transparansi berkeadilan,”terang Alumnus Akpol 1998 tersebut.

BACA JUGA  Bidkum Polda Gorontalo Hadapi Gugatan Pra Peradilan, Hasilnya Hakim Putuskan Gugur

Wahyu juga menjelaskan bahwa dengan dikeluarkannya keputusan Kapolda Gorontalo tentang PTDH terhadap Brigpol. Dedy F. Wartabone diharapkan menjadi pembelajaran bagi personel lainnya untuk lebih disiplin dalam menjalankan tugas dan tanggung sebagai anggota Polri.

“Mudah-mudahan, ini bisa menjadi pelajaran bagi personel Polri lainnya untuk lebih disiplin dan taat terhadap aturan serta ketentuan yang berlaku , karena profesi Polri sudah menjadi pilihan kita maka segala ketentuan yang ada didalamnya haruslah kita patuhi, dan informasi PTDH terhadap Dedy F Wartabone ini penting diketahui oleh masyarakat bahwa yang bersangkutan saat ini statusnya bukan lagi anggota Polri melainkan masyarakat biasa,”Imbuhnya.(Humas Polda)